Pemerintah Tak Pernah Larang Mahasiswi Bercadar

Rabu, 07 Maret 2018 - 09:08 WIB
Pemerintah Tak Pernah...
Pemerintah Tak Pernah Larang Mahasiswi Bercadar
A A A
JAKARTA - Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Mohammad Nasir menyatakan, pemerintah tidak pernah melarang pemakaian cadar bagi mahasiswi di kampus.

Kebijakan pelarangan itu, menurut dia, merupakan kewenangan atau otoritas sepenuhnya kampus. Mantan Rektor Universitas Diponegoro ini mengatakan, pemerintah hanya melarang jika ada unsur radikalisme yang berkembang di dalam kampus.

“Larangan mahasiswi bercadar bagi saya hak seseorang. Radikalisme yang kami larang. Tentang mereka berpakaian, laki-laki mau pakai kopiah, ya silakan, asal memenuhi etika. Itu (larangan ber cadar) saya serahkan kepada perguruan tinggi,” tandas Nasir di Jakarta kemarin.

Nasir menekankan, jangan sampai perguruan tinggi melakukan diskriminasi, baik kepada mahasiswa maupun dosen.

Menurut dia, di lingkungan kampus harus hidup berdampingan antarsesama manusia, suku, dan agama apa pun. Siapa pun, ujarnya, harus mendapatkan haknya hingga berhak mendapat proses pembelajaran.

Karena itu, sekali lagi dia menekankan bahwa larangan bercadar ini diserahkan sepenuhnya kepada kampus. Jika memang ada indikasi radikalisme yang terjadi di kampus, maka Kemenristek Dikti akan memanggil langsung rektornya.

Sementara itu, Kementerian Agama (Kemenag) akan mengawasi kampus yang melakukan pembinaan terhadap mahasiswi bercadar.

Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Kamaruddin Amin mengatakan, apa yang dilakukan kampus dengan melarang mahasiswi bercadar, seperti yang dilakukan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, lebih disebabkan adanya kekhawatiran mahasiswi akan terpenetrasi ideologi tertentu.

Meski ada hak otonomi kampus, Kemenag tetap akan mengawasi pembinaan itu. Ka maruddin mengatakan, meski Kemenag mendukung adanya pembinaan, dia menggarisbawahi bahwa kebijakan setelah pembinaan kepada mahasiswi itu akan dilihat lagi dasar dan argumennya.

Selain itu, kampus juga harus membuktikan dulu apa benar mahasiswi itu terpenetrasi ideologi tertentu. (Neneng Zubaidah)
(nfl)
Berita Terkait
Paradoks Pendidikan...
Paradoks Pendidikan Tinggi
Pengalaman 36 Tahun,...
Pengalaman 36 Tahun, Universitas Terbuka Ingin Bantu PT Lain
Kualitas Universitas...
Kualitas Universitas Oxford Tak Terkalahkan di Dunia
iSB Sediakan Jurusan...
iSB Sediakan Jurusan Akuntansi Internasional, Ini Sejumlah Keunggulannya
16 Lembaga Layanan Pendidikan...
16 Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi di Indonesia, Ini Daftar dan Kontaknya
100 Program Studi Vokasi...
100 Program Studi Vokasi Akan Dipadukan dengan Dunia Industri dan Kerja
Berita Terkini
MNC University Umumkan...
MNC University Umumkan Penerima MNCU Future Leader Scholarship Batch 2
1 jam yang lalu
Lowongan Sekolah Rakyat...
Lowongan Sekolah Rakyat 2026 untuk 5.127 PPPK Tendik, Ini Syarat dan Link Pendaftarannya
2 jam yang lalu
Tiga Lulusan Kedokteran...
Tiga Lulusan Kedokteran UGM Lulus dengan IPK 4,00, Simak Perjuangan dan Cita-citanya
3 jam yang lalu
SNI Bukan Sekadar Regulasi,...
SNI Bukan Sekadar Regulasi, Mahasiswa IPB Diajak Memahami Budaya Mutu di Industri Pangan
4 jam yang lalu
Rekrutmen 3.053 Guru...
Rekrutmen 3.053 Guru PPPK Sekolah Rakyat Dibuka 8 Juni 2026, Lengkapi Persyaratan Ini
6 jam yang lalu
OSN 2026 Diikuti 941.692...
OSN 2026 Diikuti 941.692 Peserta, Kemendikdasmen Tegaskan Integritas dan Transparansi
19 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved