Pakai Metode Cluster K-Means, Mahasiswa ITS Bisa Deteksi Penyebab Kebakaran Hutan

Minggu, 01 April 2018 - 12:44 WIB
Pakai Metode Cluster...
Pakai Metode Cluster K-Means, Mahasiswa ITS Bisa Deteksi Penyebab Kebakaran Hutan
A A A
SURABAYA - Kebakaran hutan masih saja terjadi di Indonesia tiap tahun. Luas hutan di berbagai pulau di Indonesia memiliki potensi kebakaran yang cukup tinggi.

Mahasiswa Statistika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menerapkan metode Cluster K-Means dan Singular Value Decomposition (SDV) untuk mendeteksi penyebab kebakaran hutan. Mahasiswa ITS yang digawangi Dedi Setiawan, Bekti Indasari, dan Dewi Lutfia Pratiwi ini juga sukses menjuarai Lomba Karya Tulis Ilmiah di Universitas Mulawarman.

Semua berawal dari pengalaman saat melakukan kerja praktik di Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dedi Setiawan berinisiatif mengemban tugas untuk menganalisis wilayah yang berpotensi terjadinya kebakaran lahan dan hutan melalui data gambar yang diberikan oleh satelit NASA. Dedi menjelaskan, dirinya pun mulai menganalisis wilayah-wilayah tersebut tidak cukup hanya berdasarkan data-data kejadian kebakaran sebelumnya, tetapi tingkat curah hujan juga harus diperhitungkan.

Dari masalah ini, Dedi bersama tim mengangkat ide untuk menganalisis titik panas kebakaran di beberapa wilayah Indonesia berdasarkan pengaruh curah hujan dengan metode Cluster K-Means dan SDV. Cluster K-Means merupakan metode analisis yang digunakannya untuk mengelompokkan objek-objek pengamatan menjadi beberapa kelompok. Sehingga diperoleh suatu kelompok di mana obyek-obyek dalam satu kelompok tersebut mempunyai persamaan dan perbedaan yang nyata.

“Kalau SDV merupakan teknik untuk mengatur pola tingkat curah hujan yang dominan dari masa ke masa,” ujar Dedi di Surabaya, Minggu (1/4/2018).

Dedi bersama timnya menyampaikan bahwa data dan fakta masalah tersebut diolah dengan menggunakan data frekuensi terjadinya kebakaran dan pola tingkat curah hujan di Indonesia dalam kurun waktu antara tahun 1995 sampai 2016 yang diambil dari satelit.

Data-data tersebut, katanya, dikombinasi dan dianalisis menghasilkan 12.800 titik yang tercatat, yaitu sebanyak 28 titik yang berpotensi tinggi terjadi kebakaran hutan maupun lahan, 116 titik berpotensi sedang, dan 12.690 titik berpotensi rendah. Dari 28 Titik tersebut tersebar di wilayah Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat tepatnya.

“Di babak final, tim juri merasa kagum dengan analisis tim kami. Apalagi data referensi yang kami gunakan langsung diambil dari satelit NASA yang terpantau dan terbantu di BMKG. Hal ini tentu berpengaruh pada akurasi dalam analisisnya,” jelas Dedi.

Saat presentasi, tim juga memperoleh apresiasi, komentar dan tanggapan lain dari dewan juri. Alhasil, tim bisa menjawabnya dengan tepat dan cepat. Sehingga nilai yang diperoleh cukup tinggi dari tim-tim yang bersaing. Tidak heran, Dedi, salah satu anggota dari tim juga mendapat penghargaan presentator terbaik atau “Best Speaker”.

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, Dedi bersama Tim mengungkapkan keinginannya untuk mensosialisasikan hasil dari analisis data yang diperoleh tersebut ke pemerintah. "Tujuannya untuk dapat dijadikan bahan masukan dan dilakukannya rencana tindakan lebih lanjut, agar lebih bermanfaat," sahut Bekti Indasari, salah satu anggota tim lainnya.
(kri)
Berita Terkait
Mahasiswa Teknik ITS...
Mahasiswa Teknik ITS Wakili Indonesia di AFMAM Plus Japan
Pertahankan Peringkat...
Pertahankan Peringkat Webometrics, Apa Saja Yang Dilakukan ITS
Kisah Wiwik Dahani,...
Kisah Wiwik Dahani, Wisudawan Tertua ITS Usia 63 Tahun Raih IPK 3,95
Konsolidasi Nasional...
Konsolidasi Nasional Alumni ITS: Mau Dibawa ke Mana?
Wiluyo Kusdwiharto Lanjutkan...
Wiluyo Kusdwiharto Lanjutkan Kepemimpinan Sutopo Kristanto sebagai Ketum IKA ITS 2024-2028
Profesor ITS Terima...
Profesor ITS Terima Penghargaan Internasional dari Kemenlu Jepang
Berita Terkini
MNC University Gandeng...
MNC University Gandeng IDBW 2026, Bekali Mahasiswa Hadapi Peluang Karier dan Finansial di Era Web3
12 jam yang lalu
Apa Itu Universitas...
Apa Itu Universitas Republik Indonesia yang Dibentuk Prabowo dan Dipimpin Donny Ermawan?
14 jam yang lalu
Tingkatkan Literasi...
Tingkatkan Literasi Digital Sejak Dini, Mahasiswa FIKOM UP Edukasi Siswa MTs Al-Islamiyah Bogor
15 jam yang lalu
Bukan Pelajaran, Ini...
Bukan Pelajaran, Ini Tantangan Terbesar Pangeran George di Sekolah Baru
17 jam yang lalu
KKP Luncurkan Ocean...
KKP Luncurkan Ocean Institute of Indonesia, Enam Menteri Ikut Meresmikan
1 hari yang lalu
9 Kementerian dan Lembaga...
9 Kementerian dan Lembaga yang Buka Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026, Lulus Jadi CPNS
1 hari yang lalu
Infografis
Kebakaran Makin Dahsyat...
Kebakaran Makin Dahsyat di Israel, 7 Pemukiman Dievakuasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved