Minta Segerakan Hasil Akreditasi, UTA'45 Temui LAM-PTKes

Senin, 02 April 2018 - 01:33 WIB
Minta Segerakan Hasil...
Minta Segerakan Hasil Akreditasi, UTA'45 Temui LAM-PTKes
A A A
JAKARTA - Program studi (prodi) Apoteker di Fakultas Farmasi, Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta (UTA'45) telah menjalani akreditasi beberapa waktu lalu. Usai akreditasi, jajaran pengurus yang diwakili Ketua Yayasan UTA'45, Bambang Sulistomo yang didampingi Rektor UTA'45, Virgo Simamora mendatangi kantor Perkumpulan Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (Perkumpulan LAM-PTKes).

Tujuan pengurus kampus menemui Perkumpulan LAM-PTKes untuk meminta langsung penjelasan dan klarifikasi terkait hasil akreditasi yang dilakukan pada Januari 2018.

"Kita ke sini untuk minta penjelasan secara langsung terkait hasil penilaian akreditasi program studi Apoteker. Perguruan Tinggi ini kan hidupnya sangat bergantung juga terhadap akreditasi," ujar Bambang dalam keterangan pers, Minggu 1 April 2018.

Dijelaskannya, UTA'45 sudah bertemu dengan pihak yang dianggap bertanggung jawab soal penilaian akreditasi, yakni Kepala Divisi Farmasi, Diana dan Wakil Ketua Perkumpulan LAM-PTKes, Prof Sutrisno.

"Kita sudah memberikan penjelasan dan mereka sudah mengerti keberatan-keberatan kita," ujar Bambang yang juga putra pahlawan Bung Tomo ini.

Menurutnya, hasil penilaian akreditasi sangat berdampak dan memiliki pengaruh yang besar terhadap lulusan prodi Apoteker UTA'45.

"Jika pendidikan kami dinilai tidak bermutu, maka lulusannya juga akan dinilai tidak bermutu. Kami berterima kasih karena para pimpinan Lembaga Perkumpulan LAM-PTKes bersedia menerima keluhan kami. Kami diminta mengajukan banding untuk perbaikan penilaian secara resmi," ujar Rektor UTA'45, Virgo Simamora.

Untuk diketahui, prodi Apoteker di Fakultas Farmasi UTA’45 telah melangsungkan proses akreditas pada 22-24 Januari 2018. Fakultas Farmasi adalah salah satu fakultas unggulan UTA’45 Jakarta yang sudah berdiri sejak Oktober 1964 dan sudah menghasilkan banyak ahli farmasi serta apoteker.
(mhd)
Berita Terkait
Paradoks Pendidikan...
Paradoks Pendidikan Tinggi
Pengalaman 36 Tahun,...
Pengalaman 36 Tahun, Universitas Terbuka Ingin Bantu PT Lain
Kualitas Universitas...
Kualitas Universitas Oxford Tak Terkalahkan di Dunia
iSB Sediakan Jurusan...
iSB Sediakan Jurusan Akuntansi Internasional, Ini Sejumlah Keunggulannya
16 Lembaga Layanan Pendidikan...
16 Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi di Indonesia, Ini Daftar dan Kontaknya
100 Program Studi Vokasi...
100 Program Studi Vokasi Akan Dipadukan dengan Dunia Industri dan Kerja
Berita Terkini
Sukun Disebut Superfood...
Sukun Disebut Superfood Lokal Indonesia, Guru Besar IPB Beberkan Keunggulannya
57 menit yang lalu
Kisah Mikail Fajar,...
Kisah Mikail Fajar, Siswa SMK dengan Bakat Seni yang Berhasil Tembus ITB Lewat SNBP 2026
5 jam yang lalu
Pemerintah Rusia Buka...
Pemerintah Rusia Buka Beasiswa S1 hingga S3 untuk Dosen dan Mahasiswa UNEJ
6 jam yang lalu
Tertarik Menjadi Guru?...
Tertarik Menjadi Guru? Kemendikdasmen Buka Pendaftaran Seleksi PPG 2026
12 jam yang lalu
FITK UIN Sunan Kalijaga...
FITK UIN Sunan Kalijaga Borong 6 Penghargaan Bergengsi di PD-PGMI Indonesia Award 2026
1 hari yang lalu
Ikuti Forum Internasional...
Ikuti Forum Internasional GYC 2026 di Bangkok, Mahasiswa UBSI Siap Serap Pengalaman Global
1 hari yang lalu
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved