Mahasiswa Generasi Milenial Dituntut Berpikir Visioner

Kamis, 12 April 2018 - 18:41 WIB
Mahasiswa Generasi Milenial...
Mahasiswa Generasi Milenial Dituntut Berpikir Visioner
A A A
JAKARTA - Mahasiswa generasi era sekarang ini atau milenial, dituntut harus bisa mengembangkan dirinya dengan berpikir visioner. Kalau dulu, alat ukur keberhasilan seorang lulusan perguruan tinggi adalah berbasis kinerja dan kompetensi. Sekarang selain dua unsur tadi, juga harus ditambah unsur kapabilitas dan visioner.

“Mahasiswa harus menguasai ilmu yang sedang berkembang saat ini, misalnya teknologi digital, mahasiswa harus ikuti dan kuasai itu. Kalau mahasiswa hanya berpikir saat ini untuk memenuhi kebutuhan hari ini maka dia ketinggalan. Apalagi mahasiswa berpikir kemarin (masa lalu) untuk hari ini maka sudah pasti jauh tertinggal. Jadi berpikirlah yang akan datang (visioner) untuk hari ini,” kata Rektor UNKRIS H Abdul Rivai sebelum Prosesi Wisuda 657 Mahasiswa Universitas Krisnadwipayana (UNKRIS) di Pendopo kampus, Jakarta, Kamis (12/4/2018).

Abdul mengatakan, program pendidikan yang ditekankan di UNKRIS, mahasiswa disiapkan bukan hanya untuk bekerja pada saat lulus, tapi menekankan pada pendidikan kewirausahaan. Jadi, mahasisiswa diminta harus bisa mandiri terjun ke masyarakat.

Setiap fakultas sudah diarahkan membina mahasiswanya untuk bisa menciptakan lapangan kerja dan bukan mencari pekerjaan. “Itu harapan kami, mudah-mudahan 5 tahun ke depan 100% semua mahasiswa lulusan dari UNKRIS sudah bisa memberikan lapangan pekerjaan,” kata Abdul.

Ke depan, kata Abdul, pihaknya mendorong agar mahasiswa lulusan UNKRIS semakin banyak yang berwirausaha sendiri dan tidak lagi berorientasi mencari pekerjaan pasca lulus kuliah.

Ketua Pembina Yayasan UNKRIS Prof T Gayus Lumbuun memberikan apresiasi dan dukungan penuh kepada rektor UNKRIS yang telah melakukan sistem pembelajaran Blended Learning atau sistem pembelajaran gabungan antara tata muka (Face to Face) dengan pembelajaran berbasis digital.

“Salah satu usaha UNKRIS menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu dan teknologi guna memberikan layanan dan fasilitas pembelajaran yang berbeda yang dapat dipilih masyarakat,” kata Gayus.

Sementara itu. Ketua Badan Pengurus Yayasan UNKRIS Prof H Imam Santoso mengatakan, wisuda bukanlah akhir dari perjuangan bagi para wisudawan dalam rangka upaya meningkatkan kualitas ilmu pengetahuan. “Wisuda hanya sebuah titik kecil dari sebuah proses menuntut ilmu yang masih harus ditindaklanjuti di kehidupan nyata keseharian,” kata Imam.
(pur)
Berita Terkait
Paradoks Pendidikan...
Paradoks Pendidikan Tinggi
Pengalaman 36 Tahun,...
Pengalaman 36 Tahun, Universitas Terbuka Ingin Bantu PT Lain
Kualitas Universitas...
Kualitas Universitas Oxford Tak Terkalahkan di Dunia
iSB Sediakan Jurusan...
iSB Sediakan Jurusan Akuntansi Internasional, Ini Sejumlah Keunggulannya
16 Lembaga Layanan Pendidikan...
16 Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi di Indonesia, Ini Daftar dan Kontaknya
100 Program Studi Vokasi...
100 Program Studi Vokasi Akan Dipadukan dengan Dunia Industri dan Kerja
Berita Terkini
Web3 University Tour...
Web3 University Tour 2026 Digelar ITERA Lampung, Ratusan Mahasiswa Belajar Blockchain
3 jam yang lalu
Dana KJP Bulan Juni...
Dana KJP Bulan Juni 2026 Sudah Cair, Cek Rekeningmu!
9 jam yang lalu
Kemendikdasmen Dukung...
Kemendikdasmen Dukung SE KPK untuk Cegah Korupsi dan Gratifikasi di SPMB 2026
12 jam yang lalu
Pemerintah Targetkan...
Pemerintah Targetkan Perbaikan Sekolah Rusak Tuntas pada 2028
13 jam yang lalu
Youth ESG Maritime 2026...
Youth ESG Maritime 2026 Dorong Generasi Muda Ciptakan Solusi Nyata bagi Krisis Lingkungan Laut
1 hari yang lalu
FK Unair Kukuhkan Profesor...
FK Unair Kukuhkan Profesor University of Melbourne sebagai Adjunct Professor
1 hari yang lalu
Infografis
Inggris, Italia, Jepang...
Inggris, Italia, Jepang Bersatu Ciptakan Jet Tempur Generasi Ke-6
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved