Calon Guru Harus Kuasai 2 Mata Pelajaran

Rabu, 21 November 2018 - 14:03 WIB
Calon Guru Harus Kuasai...
Calon Guru Harus Kuasai 2 Mata Pelajaran
A A A
JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mendorong agar lembaga pendidik tenaga kependidikan (LPTK) untuk mendidik guru agar bisa menguasai minimal dua mata pelajaran (mapel).

Diharapkan, guru di sekolah pun bisa mengajar lebih dari satu mapel. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan, Kemendikbud meminta kampus-kampus pencetak guru untuk menyelenggarakan pendidikan mayor minor.

Hal ini artinya, jika calon guru mengambil jurusan bahasa Indonesia maka harus juga menguasai bahasa Ing gris atau bahasa asing lainnya. “Kita dorong LPTK bisa menyelenggarakan pendidikan mayor minor sehingga ketika di lapangan maka keahlian tambahan guru ini bisa dimanfaatkan,” katanya seusai rapat koordinasi (rakor) Penataan Guru dan Tenaga Kependidikan di Jakarta kemarin.

Mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini menjelaskan, program mayor minor yang dimaksud adalah seorang guru sejak awal dibina untuk bisa menguasai lebih dari satu keahlian, sehingga peran guru tersebut dapat dimaksimalkan.

Selanjutnya, Muhadjir juga menegaskan bahwa program mayor-minor yang dimaksud ini dalam satu rumpun ilmu. Tujuannya agar bisa linier dan ketika mengajar maka kedua keahlian tersebut diakui semua dan dapat dihitung untuk mendapatkan sertifikasi.

Guru besar Universitas Negeri Malang ini menjelaskan, keahlian ganda guru ini sangat di perlukan sebab selama ini yang membuat kekurangan guru adalah keadaan di mana satu guru hanya mengajar satu mata pelajaran. Kalaupun mau mengajar lebih dari satu mata pelajaran," ujarnya, akan di katakan tidak linier dan tidak diakui.

“Program mayor dan minor ini sejalan selaras dengan Program Pendidikan Ganda yang telah dijalankan oleh SMK untuk mengatasi kekurangan guru produktif,” jelasnya.

Dia menyampaikan, program mayor-minor ini selain untuk memaksimalkan peran guru, juga untuk memenuhi kewajiban guru melaksanakan tatap muka delapan jam selama lima hari kerja layaknya aparatur sipil negara (ASN). Delapan jam mengajar ini pun, wajib dipenuhi para guru agar mereka bisa mendapatkan tunjangan profesi.

“Dengan begitu, saya berharap agar tidak ada lagi guru yang sudah mempunyai sertifikat tetapi tidak bisa mendapatkan tunjangan profesi karena tidak bisa memenuhi 24 jam tatap muka,” ujarnya.

Terkait dengan usulan calon guru harus memiliki keahlian ganda ini sudah disampaikan kepada Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek-Dikti) Mohamad Nasir. Mendikbud menyampaikan, surat resminya akan segera dikirim.

Isinya tidak hanya tentang program mayor-minor, tetapi juga rasionalisasi LPTK agar tidak ada kelebihan guru. Sementara itu, melalui program PINTAR (Pengembangan Inovasi Kualitas Pembelajaran), bersama IAIN Samarinda dan Universitas Mulawarman, Tanoto Foundation me latih 26 kepala sekolah, wakil kepala sekolah, pengawas, staf Kementerian Agama (Kemenag), dan dinas pendidikan Samarinda tentang manajemen sekolah yang lebih profesional dan berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran.

Dekan FKIP Universitas Mulawarman Amir Masruhim mengatakan, pelatihan seperti ini memang sangat diper lukan. Sekolah menurutnya harus mempersiapkan anak-anak semenjak dini menghadapi era Industry 4.0.

“Diketahui era Industri 4.0 adalah era kecepatan tinggi dan kecanggihan yang membutuhkan inovasi dan kreativitas. Kita harus mempersiapkan anak-anak untuk menghadapi era ini semenjak dini,” ujarnya saat membuka kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Horison, Samarinda, Kalimantan Timur.

Para peserta dikenalkan dengan pembelajaran aktif dengan memakai Strategi Mikir (mengalami, interaksi, komunikasi, dan refleksi). Ini merupakan sebuah strategi pembelajaran yang memudahkan guru untuk menyusun perencanaan pembelajaran yang menyenangkan dan mengaktifkan siswa.

Selain itu, mereka juga difasilitasi untuk mengetahui lebih dalam strategi menyupervisi pembelajaran, manajemen berbasis sekolah, menggerakkan budaya baca dan menulis praktik secara baik. (Neneng Zubaidah)
(nfl)
Berita Terkait
Perjuangkan Nasib Guru...
Perjuangkan Nasib Guru Honorer, DPD Resmi Bentuk Pansus
Pemprov Jabar Serahkan...
Pemprov Jabar Serahkan 5.700 SK PPPK Guru SMA, SMK dan SLB
Gaji Guru Honorer Masih...
Gaji Guru Honorer Masih Rendah, 74% Dibayar di Bawah Rp2 Juta
Peserta Program Ekosistem...
Peserta Program Ekosistem Pendidik Profesional Ikuti Kegiatan Berbagi Praktik Baik kepada 750 Guru
Aksi Forum Guru Tuntut...
Aksi Forum Guru Tuntut SK Inpassing 2023 di Jakarta
Unjuk Rasa Guru Bersertifikasi...
Unjuk Rasa Guru Bersertifikasi di Palangka Raya
Berita Terkini
MNC University Bersama...
MNC University Bersama Kedutaan Kuba dan Espanolindo Gelar Movie Screening & Photo Exhibition
1 jam yang lalu
Dua Dekade Fakultas...
Dua Dekade Fakultas Psikologi Universitas Pancasila Menenun Inklusi dan Jiwa Olahraga
22 jam yang lalu
Web3 University Tour...
Web3 University Tour 2026 Digelar ITERA Lampung, Ratusan Mahasiswa Belajar Blockchain
23 jam yang lalu
Dana KJP Bulan Juni...
Dana KJP Bulan Juni 2026 Sudah Cair, Cek Rekeningmu!
1 hari yang lalu
Kemendikdasmen Dukung...
Kemendikdasmen Dukung SE KPK untuk Cegah Korupsi dan Gratifikasi di SPMB 2026
1 hari yang lalu
Pemerintah Targetkan...
Pemerintah Targetkan Perbaikan Sekolah Rusak Tuntas pada 2028
1 hari yang lalu
Infografis
5 Badan Intelijen Terbaik...
5 Badan Intelijen Terbaik pada 2025, Nomor 2 Paling Kejam dan Kontroversial
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved