MPR Dukung Dihidupkannya Kembali Kurikulum PMP

Minggu, 02 Desember 2018 - 18:09 WIB
MPR Dukung Dihidupkannya...
MPR Dukung Dihidupkannya Kembali Kurikulum PMP
A A A
BALIKPAPAN - Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) mendukung dihidupkannya kembali kurikulum Pendidikan Moral Pancasila (PMP). Ini diperlukan untuk membentengi generasi muda dari arus negatif globalisasi.

Wakil Ketua MPR, Wahyudin mengatakan sekarang ini memang ada pergeseran nilai akibat pengaruh globalisasi. Di mana banyak masuk pengaruh dari dunia asing menjadikan tidak ada sekat antara budaya dari dalam negeri dan dari luar negeri.

"Orang menjadi radikal kemudian belajar dari internet, ngebom di mana-mana," ungkap Mahyudin saat memberikan pidato dalam sosialisasi empat pilar MPR di Balikpapan, Kaltim, Minggu (2/11/2018).

Arus globalisasi yang seperti ini, lanjutnya sudah sangat mengganggu dan mendegradasi nilai-nilai budaya. "Sehingga ini yang harus dibentengi dengan pendidikan moral pancasila," katanya.

Mahyudin mengaku ada dorongan kuat dari masyarakat agar kurikulum PMP dihidupkan kembali. Menurutnya, masyarakat saat ini dalam kondisi yang cukup khawatir atas derasnya arus globalisasi yang bisa menggerus moral anak bangsa.

"Karena itu, pemerintah harus bisa menyikapi hal ini dengan menindaklanjuti keinginan masyarakat tersebut," jelasnya.

Memang, kata politikus Partai Golkar ini, saat ini masih ada kurikulum Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN). Namun, justru unsur moral yang ada dalam kurikulum PMP sebelumnya dihilangkan. Padahal, unsur moral itu sangat penting untuk membendung pengaruh buruk globalisasi.

"Coba bayangkan saja, sekarang ini banyal generasi muda yang justru ikut-ikutan menyebarkan berita hoaks tanpa menyadari dampaknya," tandasnya.

Dia menilai, penghapusan kurikulum PMP justru langkah mundur. Penghapusan ini imbas dari digulirkannya reformasi pada 1998 lalu. Di mana saat itu semua yang berbau Orde Baru (Orba) dianggap buruk.

"Termasuk saat itu membubarkan BP7. Padahal BP7 ini yang menyelenggarakan P4," ucapnya.

Anggota MPR Popong Otje Djundjunan mengaku sudah pernah mendesak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) untuk mengkaji dan mengevaluasi kurikulum yang ada saat ini. Utamanya kurikulum yang menyangkut PMP.

"Saya sampai gebrak meja di hadapan Mendikbud. Saya bilang sampai kapanpun kalau kurikulum tidak diubah, maka jangan harap bangsa ini bisa maju," tandasnya.

Kemendikbud pun akhirnya merespons dorongan dari MPR tersebut. Sehingga mewacanakan akan menghidupkan kembali kurikulum PMP tersebut.
(kri)
Berita Terkait
Realisasi Pengiriman...
Realisasi Pengiriman Data PMP Sinjai Tertinggi di Sulsel
Membesarkan Pemikir...
Membesarkan Pemikir Digital: Literasi AI Menjadi Kebutuhan Dasar Pendidikan Anak
Mapel Sejarah untuk...
Mapel Sejarah untuk Penguatan Karakter Anak Bangsa
Rapat Paripurna DPRD...
Rapat Paripurna DPRD Kota Bogor Setujui PMP untuk Perumda Tirta Pakuan
Mau Mahir Berhitung?...
Mau Mahir Berhitung? Ini 13 Contoh Soal Matematika Kelas 3 SD Beserta Kunci Jawabannya
Ditjen Pas: 375.025...
Ditjen Pas: 375.025 Warga Binaan Terima Remisi dan PMP Kemerdekaan Indonesia
Berita Terkini
SNI Bukan Sekadar Regulasi,...
SNI Bukan Sekadar Regulasi, Mahasiswa IPB Diajak Memahami Budaya Mutu di Industri Pangan
22 menit yang lalu
Rekrutmen 3.053 Guru...
Rekrutmen 3.053 Guru PPPK Sekolah Rakyat Dibuka 8 Juni 2026, Lengkapi Persyaratan Ini
2 jam yang lalu
OSN 2026 Diikuti 941.692...
OSN 2026 Diikuti 941.692 Peserta, Kemendikdasmen Tegaskan Integritas dan Transparansi
16 jam yang lalu
Perpres ATS 2026 Diresmikan,...
Perpres ATS 2026 Diresmikan, Pemerintah dan Daerah Bersinergi Cegah Anak Putus Sekolah
16 jam yang lalu
President University...
President University Buka Kelas Khusus Taylor Swift, Ini yang Dipelajari Mahasiswa
19 jam yang lalu
Beasiswa PMDSU 2026...
Beasiswa PMDSU 2026 Dibuka, Kuliah S2-S3 Gratis Terintegrasi 4 Tahun
20 jam yang lalu
Infografis
3 Bandara Ini Kembali...
3 Bandara Ini Kembali Mendapatkan Status Internasional
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved