Kampus Didorong Buka Prodi Aktuaria

Senin, 10 Desember 2018 - 12:50 WIB
Kampus Didorong Buka...
Kampus Didorong Buka Prodi Aktuaria
A A A
JAKARTA - Pemerintah mendorong kampus pengelola perguruan tinggi (PT) untuk mendirikan program studi (prodi) baru yang dibutuhkan dunia usaha saat ini. Salah satunya yakni prodi aktuaria yang belum banyak dibuka meski lulusannya diincar banyak oleh industri.

Sekjen Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemenristekdikti) Ainun Naim mengatakan, pendidikan aktuaria merupakan studi tentang pengelolaan risiko keuangan yang saat ini sangat dibutuhkan dunia industri keuangan dan industri asuransi. Namun, pendidikan aktuaria di Indonesia belum sepopuler di luar negeri. Padahal kebutuhan akan tenaga aktuaris sangat tinggi karena belum tercukupinya tenaga aktuaris profesional yang dibutuhkan oleh industri finansial di Indonesia.

“Prodi aktuaria belum banyak di Indonesia, namun industri keuangan dan asuransi terus berkembang, oleh karena itu kita perlu menambah prodi dan pendidikan di bidang aktuaria, untuk menghasilkan lulusan-lulusan yang kompeten pada bidang aktuaria. Kemenristekdikti berupaya memberikan edukasi kepada masyarakat, bahwa bidang aktuaria penting untuk mendukung industri finansial,” katanya pada Simposium Nasional Aktuaria di Era Industri 4.0 di Jakarta, pekan lalu.

Ainun menambahkan, Kemenristekdikti terus melakukan sosialisasi dan edukasi secara masif kepada masyarakat dan calon mahasiswa bahwa bidang aktuaria penting untuk dikembangkan. Pendidikan aktuaria juga sangat relevan dengan perkembangan revolusi industri 4.0. Saat ini ekonomi digital semakin berkembang, sehingga pengelolaan risiko keuangan di era digital juga mengalami transformasi.

Sebagai pilot project, Kemenristekdikti menugaskan sembilan perguruan tinggi untuk mengembangkan program ilmu aktuaria. Kesembilan PT tersebut yaitu Institut Pertanian Bogor, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Pelita Harapan, Universitas Prasetiya Mulya, Universitas Parahyangan dan Universitas Surya.

Sementara itu Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Pandu Baghaskoro menjelaskan, kemudahan persyaratan pendirian program studi baru sangat baik untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang memiliki kapabilitas yang dibutuhkan dalam era revolusi industri 4.0.

Namun, hal ini sebaiknya perlu diperhatikan agar tidak berdampak pada penambahan jumlah institusi perguruan tinggi swasta (PTS). Diketahui, pemerintah ingin mengurangi jumlah PTS melalui merger yang ditargetkan selesai di 2019 mendatang.(Neneng Zubaidah)
(nfl)
Berita Terkait
Berikan Kesempatan Mahasiswa...
Berikan Kesempatan Mahasiswa Bekerja di Luar Negeri, USNI Gandeng YOU-I Japan
Perguruan Tinggi Vokasi...
Perguruan Tinggi Vokasi Bukan Perguruan Tinggi Kelas Dua
Aksi Dosen dari 35 PTN...
Aksi Dosen dari 35 PTN Baru Tuntut Status Kepegawaian
Majukan Industri Logistik,...
Majukan Industri Logistik, TIKI Gandeng Perguruan Tinggi
Perguruan Tinggi Diminta...
Perguruan Tinggi Diminta Buat Laboratorium Kewirausahaan
Internasionalisasi Perguruan...
Internasionalisasi Perguruan Tinggi dan Local Wisdom
Berita Terkini
Tanoto Scholars Gathering...
Tanoto Scholars Gathering 2026 Perkuat Kepemimpinan 240 Penerima Beasiswa TELADAN
39 menit yang lalu
FMIPA UNEJ Tanam 750...
FMIPA UNEJ Tanam 750 Bibit Terumbu Karang, Ekosistem Laut Banyuwangi Mulai Pulih
1 jam yang lalu
Cerita Mutiara, Anak...
Cerita Mutiara, Anak Penjual Tahu Keliling yang Lolos ke ITB dan Raih KIP Kuliah
3 jam yang lalu
Profil Pendidikan Febri...
Profil Pendidikan Febri Diansyah, Mantan Jubir KPK yang Kini Jadi Pengacara Febrie Adriansyah
7 jam yang lalu
Deretan Universitas...
Deretan Universitas di Spanyol yang Bisa Dituju dengan Beasiswa LPDP, Ada Kampus Pilihanmu?
9 jam yang lalu
Selain Sertifikat TKA,...
Selain Sertifikat TKA, Ini Syarat Dokumen SPMB Sekolah Nasional Terintegrasi 2026
21 jam yang lalu
Infografis
19 Kampus Indonesia...
19 Kampus Indonesia yang Peringkat Dunianya Melonjak di QS WUR 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved