Buka Prodi Gizi dan Teknologi Pangan, Kampus UAI Fokus Halal

Sabtu, 19 Januari 2019 - 00:38 WIB
Buka Prodi Gizi dan...
Buka Prodi Gizi dan Teknologi Pangan, Kampus UAI Fokus Halal
A A A
JAKARTA - Program studi (prodi) berkaitan dengan gizi dan pangan di Jakarta masih sangat minim. Karena itu prodi tersebut masih dibutuhkan guna memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Di Jakarta dari sekitar 330 perguruan tinggi hanya 13 universitas yang membuka prodi gizi dan pangan. Padahal kebutuhannya sangat tinggi, misalnya setiap rumah sakit yang harus memiliki ahli gizi. Coba hitung ada berapa rumah sakit di Jakarta?" kata Rektor Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Prof Asep Saefudin seusai meresmikan pembukaan Prodi Gizi dan Prodi Teknologi Pangan di Kampus UAI, Jakarta.

Menariknya, kata Asep Saefudin, prodi yang ditawarkan oleh UAI menekankan pada kehalalan produk pangan yang dihasilkan. "Sebagai kampus islami, kami ingin memberikan kesadaran pangan halal kepada masyarakat, khususnya mahasiswa-mahasiswi kami tentang pentingnya pangan halal," tuturnya.

Dia menegaskan, proses halal bukan hanya cara pemotogan tapi juga ada tata caranya. "Dalam perkuliahan ada mata kuliah tentang prinsip halal dan ada juga yang disisipkan di mata kuliah lainnya," tuturnya.

Berdasarkan izin pendirian program studi yang tertuang pada surat keputusan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi No 1000/KPT/I/2018 untuk Program Studi Gizi dan 986/KPT/I/2018 untuk Program Studi Teknologi Pangan. Program studi ini akan memulai menerima mahasiswa baru dan perkuliahan di bulan September 2019.

Sementara itu, Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UAI, Hidayat Yorianta Sasaerila mengatakan, di tahun pertama penerimaan mahasiswa nanti, pihaknya menargerkan 40 orang di masing-masing prodi. "Sebagai prodi memang banyak tantangannya, tapi kami yakin diterima masyarakat. Apalagi kebutuhan ahli gizi dan pangan itu memang terus meningkat. Kami juga mendorong anak didik untuk berwirausaha," ucap Hidayat.

Dalam kegiatan launching-nya, pihak Kampus UAI menggelar seminar bertema “Peran Ilmu Gizi dan Teknologi Pangan di Era Milenial (Menjadi Pengusaha Sukses di Bidang Gizi dan Pangan Halal)”. Dengan tema tersebut, Program Studi Gizi dan Program Studi Teknologi Pangan berusaha untuk memperkenalkan perkembangan serta peran ilmu gizi dan teknologi pangan terhadap masyarakat, yang saat ini dikenal sebagai masyarakat/generasi milenial serta berfokus pada konsep halal.

"Hal ini sesuai dengan visi dan misi kedua program studi yang mengedepankan aspek-aspek islami dengan menerapkan prinsip halal nutripreneur dan halal foodpreneur," pungkasnya.

Acara ini dihadiri oleh Prof Hardiansyah (Ketua Umum AIPGI dan PERGIZI Pangan Indonesia), Prof Tien R Muchtadi (Guru Besar Ilmu dan Telknologi Pangan IPB), dan Adhi Lukman (Ketua Umum GAPMMI).
(rhs)
Berita Terkait
Berikan Kesempatan Mahasiswa...
Berikan Kesempatan Mahasiswa Bekerja di Luar Negeri, USNI Gandeng YOU-I Japan
Perguruan Tinggi Vokasi...
Perguruan Tinggi Vokasi Bukan Perguruan Tinggi Kelas Dua
Aksi Dosen dari 35 PTN...
Aksi Dosen dari 35 PTN Baru Tuntut Status Kepegawaian
Majukan Industri Logistik,...
Majukan Industri Logistik, TIKI Gandeng Perguruan Tinggi
Perguruan Tinggi Diminta...
Perguruan Tinggi Diminta Buat Laboratorium Kewirausahaan
Internasionalisasi Perguruan...
Internasionalisasi Perguruan Tinggi dan Local Wisdom
Berita Terkini
KGSB dan Prodi Ilmu...
KGSB dan Prodi Ilmu Komunikasi UAI Perkuat Kapasitas Guru Lewat Public Relations Workshop
12 jam yang lalu
Kalahkan Berbagai Negara,...
Kalahkan Berbagai Negara, ITS Raih Juara RoboCup 2026 di Korsel
12 jam yang lalu
Ketua Dewan Pembina...
Ketua Dewan Pembina Pelita dan Rektor MNC University Tegaskan Komitmen Perkuat Pendidikan Vokasi Nasional
14 jam yang lalu
SKK Migas Buka Rekrutmen...
SKK Migas Buka Rekrutmen untuk Lulusan S1, Fresh Graduate Bisa Daftar
14 jam yang lalu
Perjuangan Andini, Anak...
Perjuangan Andini, Anak Tukang Bengkel yang Diterima di FEB UGM dan Beasiswa Penuh
1 hari yang lalu
Beasiswa TELADAN Cohort...
Beasiswa TELADAN Cohort 2027 Dibuka, Simak Syarat Pendaftarannya
1 hari yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved