Genjot Pembinaan, Startup Indonesia Kian Menjanjikan

Sabtu, 06 April 2019 - 11:09 WIB
Genjot Pembinaan, Startup...
Genjot Pembinaan, Startup Indonesia Kian Menjanjikan
A A A
JAKARTA - Pemerintah telah membina dan mendanai startup agar Indonesia tidak kalah dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0. Sejak tahun 2015, pembinaan sudah dilakukan mulai dari 54 startup. Kini, jumlahnya sudah mencapai 1.307 startup.

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir mengatakan, sejak 2015, Kemenristekdikti telah melakukan pemetaan terhadap potensi perusahaan pemula berbasis teknologi (PPBT). Berkaca dari Iran yang sejak 2004 hingga 2014 bisa menghasilkan 1.000 startup, maka pemerintah pun ingin startup di Tanah Air bisa tumbuh pesat.

“Sebab, negara pemenang itu bukan karena jumlah penduduknya yang besar. Tetapi, negara yang memiliki inovasi dan teknologi tinggi,” tandas Nasir saat konferensi pers Indonesia Startup Summit (ISS) di Kantor Kemenristekdikti, Jakarta, kemarin.

Mantan rektor Universitas Diponegoro ini menjelaskan, dari awalnya hanya 52 startup yang dibina dan didanai pada 2015, lalu naik menjadi 207 startup pada 2016. Jumlahnya melaju lagi pada 2017 menjadi 665 dan meningkat menjadi 926 pada 2018. Kini, ujarnya, jumlah startup yang dibina sudah mencapai 1.307 perusahaan.

Nasir mengatakan, dari 1.307 startup yang dibina itu, sebanyak 749 di antaranya sudah menjadi startup dan 558 merupakan calon startup yang memiliki potensi bisnis menjanjikan. Menurut dia, potensi bisnis startup yang dibina Kemenristekdikti bahkan sudah ada yang menembus pasar ekspor.

Agar startup Indonesia semakin dikenal, maka Kemenristekdikti akan menggelar pameran startup ISS pada 10 April 2019 di Jakarta. Pameran ini akan menampilkan startup tidak hanya pada bidang teknologi dan informasi saja, tetapi juga pangan, kesehatan, energi, transportasi, bahan baku, material maju (advanced material), serta keamanan dan pertahanan.

Pameran ini juga dimaksudkan untuk membuka jejaring antara startup dengan industri dan investor.

Pengamat pendidikan Universitas Paramadina Totok Amin berpendapat, untuk memulai suatu bisnis maka yang perlu dibangun pertama kali adalah kreativitas, ketekunan, dan kompetensi-kompetensi dasar dalam berbisnis. Seorang pebisnis, menurut dia, harus tahu cara menghitung rugi laba dan pengelolaan modal. “Mahasiswa dapat memulai bisnis seperti startup itu. Saya ingat beberapa mahasiswa saya memulainya berdasarkan keinginan tahu yang besar dan dedikasi,” ucapnya. (Neneng Zubaidah)
(nfl)
Berita Terkait
BPOM Gandeng Kemendiktisaintek...
BPOM Gandeng Kemendiktisaintek Kembangkan Riset Obat Nasional
Kemendikti Bangun Sistem...
Kemendikti Bangun Sistem Mentorship Antarkampus, Dorong Kolaborasi Riset dan Inovasi
Mantan Menristekdikti...
Mantan Menristekdikti Mohamad Nasir: Anggaran Pendidikan Tinggi Sangat Rendah
Peringatan Hardiknas...
Peringatan Hardiknas 2025, Menteri Brian Yuliarto Luncurkan Diktisaintek Berdampak
Begini Cara Kemendiktisaintek...
Begini Cara Kemendiktisaintek Membumikan Sains dan Teknologi kepada Masyarakat
Mendikti Saintek Brian...
Mendikti Saintek Brian Yuliarto: Kampus Harus Berdampak Nyata bagi Daerah Sekitar
Berita Terkini
Hasil ONMIPA-PT 2026:...
Hasil ONMIPA-PT 2026: ITB Raih Juara Umum, Ini Daftar Lengkap Peraih Medali
1 jam yang lalu
Kemenag Buka Beasiswa...
Kemenag Buka Beasiswa INSIGHT Scholarship bagi Mahasiswa Internasional yang Ingin Kuliah di PTKIN
7 jam yang lalu
4.480 Calon Mahasiswa...
4.480 Calon Mahasiswa Diterima di UM UGM CBT 2026, Kedokteran Paling Ketat
7 jam yang lalu
Tegang Sejak Pagi! 32...
Tegang Sejak Pagi! 32 Tim Terbaik Liga Bintang Juara Bersaing Menuju Jakarta
17 jam yang lalu
Liga Bintang Juara Hari...
Liga Bintang Juara Hari Kedua: 32 Tim Bertarung Rebut 16 Tiket ke Babak Utama Jakarta
17 jam yang lalu
Kisah Raihan, Siswa...
Kisah Raihan, Siswa MAN 1 Yogya yang Berhasil Diterima di ITB, UGM, dan ITS
23 jam yang lalu
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved