Pangkas Birokrasi, Menristekdikti Cabut 40 Peraturan Menteri

Selasa, 30 Juli 2019 - 22:03 WIB
Pangkas Birokrasi, Menristekdikti...
Pangkas Birokrasi, Menristekdikti Cabut 40 Peraturan Menteri
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan adanya penyederhanaan birokrasi di semua lini. Hal ini dimaksudkan agar pelayanan semakin efektif dan tidak berbelit-belit.

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir mengatakan, koordinasi antarlembaga selama ini menjadi permasalahan serius dalam pengembangan inovasi. Hal ini salah satunya karena adanya ego sektoral antarlembaga.

Karena itu, jalan satu-satunya yang harus dilakukan yaitu memangkas peraturan-peraturan yang dinilai menghambat birokrasi pemerintahan. Selama hampir lima tahun terakhir, Nasir mengaku telah mencabut sekitar 40 peraturan menteri (permen) yang dinilai tidak relevan.

"Ini banyak peraturan yang hanya mempersulit orang," ujarnya di Jakarta, Selasa (30/7/2019).

Dia mencontohkan, proses pengurusan program studi (prodi) baru di sebuah lembaga perguruan tinggi. Dulunya, waktu yang dibutuhkan bisa mencapai antara 2-3 bulan. "Saya punya pengalaman di Undip dulu tiga tahun enggak selesai. Ini harus bongkar ini. Caranya ya (menggunakan sistem) online," katanya.

Selain itu, syarat-syarat yang dipandang tidak relevan juga dihapus. Saat ini, syarat pendirian prodi yang semula ada sebanyak 17 syarat, kini tinggal lima syarat saja. Yakni, pertama, kelembagaannya. Jika status lembaganya jelas maka bisa diproses. Kedua, ketersediaan dosennya. "Kita membuat prodi kalau nggak ada dosennya ya susah," katanya.

Hal ketiga yakni ketersediaan infrastruktur. Keempat, apakah kurikulumnya adaptif atau tidak. Dan terakhir, apakah pendanaannya ada atau tidak. "Kalau lima syarat itu ada, oke nggak usah susah-susah," tuturnya.

Dulu sebelum dilakukan penyederhanaan birokrasi, kata Nasir, untuk mengajukan prodi syarat kelengkapan administrasinya sangat banyak dan dilakukan secara manual. "Dengan model sekarang, dua minggu bisa selesai, alhamdulillah jalan," katanya.

Contoh lainnya dalam mengurus ijazah kesetaraan dari luar negeri, masyarakat harus datang ke Kantor Kemenristekdikti di Jakarta. Hal ini selain menyusahkan, juga membutuhkan dana yang tidak sedikit.

"Kalau mahasiswanya di Papua atau Maluku, harus datang ke Jakarta hanya untuk mengurus persamaan ijazah, berapa biayanya? Berapa hari waktu yang dibutuhkan untuk mengurusi itu. Sekarang dengan sistem online, setelah disetujui, tinggal ambil hard copy-nya. Ke depan, kalau sudah acc, enggak usah datang ke Jakarta, tinggal dicetak di tempat masing-masing," tuturnya.

Namun, proses perizinan yang dipermudah bukan berarti proses pembelajarannya dipermudah. Menurutnya, kualitas atau mutu pendidikan harus tetap terjaga. Bahkan, menurutnya, untuk meningkatkan kualitas lulusan perguruan tinggi, ke depan, selain mendapatkan ijazah, juga harus mendapatkan sertifikat kompetensi dari Lembaga Sertifikasi Profesi yang disahkan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

"Harapan saya ke depan semua prodi seperti itu, harus ada sertifikasi karena itu yang bisa 'dijual'," katanya.
(maf)
Berita Terkait
Mantan Menristekdikti...
Mantan Menristekdikti Mohamad Nasir: Anggaran Pendidikan Tinggi Sangat Rendah
Peringatan Hardiknas...
Peringatan Hardiknas 2025, Menteri Brian Yuliarto Luncurkan Diktisaintek Berdampak
BPOM Gandeng Kemendiktisaintek...
BPOM Gandeng Kemendiktisaintek Kembangkan Riset Obat Nasional
Mendikti Saintek Brian...
Mendikti Saintek Brian Yuliarto: Kampus Harus Berdampak Nyata bagi Daerah Sekitar
Kemendikti Bangun Sistem...
Kemendikti Bangun Sistem Mentorship Antarkampus, Dorong Kolaborasi Riset dan Inovasi
Pendidikan yang Terus...
Pendidikan yang Terus Berganti di Tengah Jalan
Berita Terkini
MNC University Gandeng...
MNC University Gandeng IDBW 2026, Bekali Mahasiswa Hadapi Peluang Karier dan Finansial di Era Web3
4 jam yang lalu
Apa Itu Universitas...
Apa Itu Universitas Republik Indonesia yang Dibentuk Prabowo dan Dipimpin Donny Ermawan?
6 jam yang lalu
Tingkatkan Literasi...
Tingkatkan Literasi Digital Sejak Dini, Mahasiswa FIKOM UP Edukasi Siswa MTs Al-Islamiyah Bogor
7 jam yang lalu
Bukan Pelajaran, Ini...
Bukan Pelajaran, Ini Tantangan Terbesar Pangeran George di Sekolah Baru
9 jam yang lalu
KKP Luncurkan Ocean...
KKP Luncurkan Ocean Institute of Indonesia, Enam Menteri Ikut Meresmikan
1 hari yang lalu
9 Kementerian dan Lembaga...
9 Kementerian dan Lembaga yang Buka Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026, Lulus Jadi CPNS
1 hari yang lalu
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved