Nadiem Bikin Aplikasi, PKS Ingatkan Fokus ke Tujuan Utama Pendidikan

Senin, 04 November 2019 - 15:52 WIB
Nadiem Bikin Aplikasi,...
Nadiem Bikin Aplikasi, PKS Ingatkan Fokus ke Tujuan Utama Pendidikan
A A A
JAKARTA - Rencana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim membuat aplikasi sistem pendidikan sebagai salah satu program 100 hari pertama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada Kabinet Indonesia disorot.

Sorotan datang dari Komisi X DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ledia Hanifa Amaliah. Dia mengingatkan Nadiem untuk tetap fokus pada tujuan pendidikan.

“Semangat penerapan teknologi dalam sistem pendidikan adalah satu langkah positip di era digital. Kehadiran aplikasi sistem pendidikan tentunya bisa menopang perkembangan sistem pendidikan kita menjadi lebih baik. Namun Pak Menteri harus ingat dan berfokus pada tujuan pendidikan yang menjadi pondasi dasar sistem pendidikan di negeri ini," tutur Ledia dalam siaran pers yang diterima SINDOnews, Senin (4/11/2019).

Dia memaparkan tujuan pendidikan nasional menurut Pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

"Kita bisa memahami bawah tumbuh kembangnya karakter dan kepribadian peserta didik secara positip menjadi fokus utama. Tujuan ini juga jelas membutuhkan kerja sama yang tak terpisah antara orangtua, tenaga kependidikan, masyarakat dan pemerintah secara umum," tutur politikus Partai Keadilan Sejahtera ini. (Baca juga: Jokowi Sebut Nadiem Minta Waktu 100 Hari Rancang Sistem Pendidikan )

Sementara secara lebih spesifik dalam konteks pendidikan di sekolah baik formal maupun infomal, kata dia, kehadiran guru memegang peran kunci untuk mewujudkan tujuan tersebut.

Oleh karena itu, lanjut Sekretaris Fraksi PKS ini, pengembangan dan penerapan aplikasi sistem pendidikan sekolah harus menjadi fokus pendamping dari fokus utama berupa upaya peningkatan dan pengembangan pendidikan karakter. (Baca juga: Menanti Reformasi Pendidikan Nadiem )

Dia mengakui aplikasi sitem pendidikan bisa mempermudah siswa, guru dan orangtua mengakses bahan ajar, mencari, menyerap dan bertukar informasi, menyiapkan dan memperoleh evaluasi, melakukan manajemen kegiatan pendidikan bahkan membantu mengatasi kekurangan guru di wilayah-wilayah terpencil.

Namun pendidikan karakter sebagaimana dimaksud dalam tujuan pendidikan nasional, kata dia, membutuhkan interaksi, pengalaman dan contoh langsung dalam penerapan kesehariannya.

“Pendidikan karakter sangat berhubungan dengan interaksi, pengalaman dan contoh. Karena itu maka peningkatan dan pengembangan kualitas tenaga pendidikan, penyediaan sarana prasarana sekolah yang cukup dan bermutu serta pengukuhan kurikulum yang mengacu pada perwujudan tujuan pendidikan nasional semestinya harus diutamakan dan dibangun secara komprehensif,” tuturnya.

Ledia juga mengingatkan rencana pengembangan dan penerapan aplikasi sistem pendidikan pasti membutuhkan device, kehadiran internet dan secara mendasar kehadiran pasokan listrik yang stabil.

Oleh karena itu, kata dia, Kementerian Pendidikan tidak bisa berjalan sendiri. Banyak hal harus diperhitungkan secara luas dan integratif.

“Angka-angka biaya yang timbul juga harus diperhitungkan secara seksama, apakah akan memudahkan atau menyulitkan masyarakat di kemudian hari. Dari mana anggaran device yang harus disediakan? Bagaimana dengan ketersediaan dan kualitas layanan internet serta listrik pada setiap wilayah? Bagaimana pula dengan biaya internet dan listrik yang akan timbul di tengah situasi tarif dasar listrik yang semakin hari justru semakin tinggi?" tuturnya.

Menurut dia, itu semua membutuhkan pertimbangan sangat seksama dari Kemendikbud termasuk dengan melakukan koordinasi lintas sektoral.

"Jangan sampai kelak justru menambah beban siswa, orangtua dan sekolah,” tutur Ledia
(dam)
Berita Terkait
Kemendikbud Gelar Vaksinasi...
Kemendikbud Gelar Vaksinasi Covid-19 untuk Tenaga Pendidik
DPR: Pemda Bisa Salurkan...
DPR: Pemda Bisa Salurkan Hibah Pendidikan ke PT dan SMA
Mendikbud: Tak Ada Rencana...
Mendikbud: Tak Ada Rencana Peleburan Materi Pendidikan Agama
NU-Muhammadiyah Mundur,...
NU-Muhammadiyah Mundur, Kemendikbud Didesak Buka Kriteria Seleksi POP
Penjelasan Putera Sampoerna...
Penjelasan Putera Sampoerna Foundation soal Polemik POP Kemendikbud
Kemendikbud Diminta...
Kemendikbud Diminta Petakan Kebutuhan Sekolah
Berita Terkini
Keren, Mahasiswa PENS...
Keren, Mahasiswa PENS Raih Juara Kompetisi Satelit Mini Dunia di Amerika Serikat
2 jam yang lalu
KGSB dan Prodi Ilmu...
KGSB dan Prodi Ilmu Komunikasi UAI Perkuat Kapasitas Guru Lewat Public Relations Workshop
22 jam yang lalu
Kalahkan Berbagai Negara,...
Kalahkan Berbagai Negara, ITS Raih Juara RoboCup 2026 di Korsel
22 jam yang lalu
Ketua Dewan Pembina...
Ketua Dewan Pembina Pelita dan Rektor MNC University Tegaskan Komitmen Perkuat Pendidikan Vokasi Nasional
1 hari yang lalu
SKK Migas Buka Rekrutmen...
SKK Migas Buka Rekrutmen untuk Lulusan S1, Fresh Graduate Bisa Daftar
1 hari yang lalu
Perjuangan Andini, Anak...
Perjuangan Andini, Anak Tukang Bengkel yang Diterima di FEB UGM dan Beasiswa Penuh
1 hari yang lalu
Infografis
Waspada! Ini Gejala...
Waspada! Ini Gejala Super Flu yang Masuk ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved