Di Hadapan Komisi X, Nadiem Makarim Beberkan Alasan Mau Jadi Mendikbud

Rabu, 06 November 2019 - 15:21 WIB
Di Hadapan Komisi X,...
Di Hadapan Komisi X, Nadiem Makarim Beberkan Alasan Mau Jadi Mendikbud
A A A
JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengaku sangat menikmati pekerjaan yang dijalani sebelumnya sebagai CEO Gojek.

”Saya sangat nyaman di Gojek. Gojek sudah menjadi keluarga saya. Alasan saya membangun perusahaan tersebut untuk memastikan Indonesia dikenal di panggung dunia agar dihormati negara-negara lain,” tutur Nadiem saat melakukan rapat perdana dengan anggota Komisi X DPR di Ruang Komisi X, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Seperti diketahui, Nadiem Makarim mendirikan Gojek sejak 2010 silam, dan kini telah tersedia di 50 kota di Indonesia. Gojek bahkan telah mempunyai layanan pembayaran digital yang bernama Gopay. Layanan Gojek kini telah tersedia di Thailand, Vietnam, dan Singapura. (Baca juga: Jokowi Sebut Nadiem Minta Waktu 100 Hari Rancang Sistem Pendidikan )

Meski merasa nyaman di Gojek, Nadiem akhirnya bersedia ditunjuk sebagai pembantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan posisi Mendikbud. Nadiem memaparkan alasan dirinya menerima tawaran Presiden untuk menjadi pembantunya, khususnya dalam pengembangan di bidang Pendidikan dan kebudayaan.

”Kita sadar dampak yang saya ciptakan di dunia pendidikan lebih besar untuk memajukan bangsa ini. Apapun kompleksitas masa depan, kalau SDM (sumber daya manusia) kita bisa menangani kompleksitas maka itu tidak menjadi masalah,” paparnya.

Menurut Nadiem, salah satu lompatan Indonesia ke depan, yaitu berada di tangan generasi muda. Dia mengakui bahwa permasalahan di dunia pendidikan sangat kompleks.

“Saya secara pribadi suka sekali hal-hal yang rumit. Saya paling senang dengar itu sulit dibenahi dan lain-lainm Sesuatu yang terlalu sulit, menantang, itu justru menjadi energi bagi saya. Setiap kali ditantang soal masalah yang sulit maka saya lebih ingin menangani. Dari semua isu soal kompleksitas, masalah SDM itu kompleksitasnya paling tinggi,” tuturnya.

Nadiem mengakui tugas paling sulit sebenarnya adalah tugas para guru. Mereka harus tetap bisa memastikan proses belajar mengajar bisa berlangsung di tengah kondisi siswa yang dihadapi sangat beragam.

“Siswa punya sosio ekonomi berbeda, orangtua yang berbeda. Guru dengan sumber daya yang terbatas harus bisa memastikan pembelajaran bisa terjadi. Itu sebenarnya yang banyak di luar kelas tidak menyadari betapa sulitnya menjadi guru,” katanya.

Lulusan Master of Business Administration dari Harvard Business School ini bahkan tak segan menyebutkan bahwa tugas guru lebih sulit dari seorang menteri.

”Saya bisa bilang jadi menteri lebih mudah dari guru,” katanya.
(dam)
Berita Terkait
Kemendikbud Gelar Vaksinasi...
Kemendikbud Gelar Vaksinasi Covid-19 untuk Tenaga Pendidik
DPR: Pemda Bisa Salurkan...
DPR: Pemda Bisa Salurkan Hibah Pendidikan ke PT dan SMA
Mendikbud: Tak Ada Rencana...
Mendikbud: Tak Ada Rencana Peleburan Materi Pendidikan Agama
NU-Muhammadiyah Mundur,...
NU-Muhammadiyah Mundur, Kemendikbud Didesak Buka Kriteria Seleksi POP
Penjelasan Putera Sampoerna...
Penjelasan Putera Sampoerna Foundation soal Polemik POP Kemendikbud
Kemendikbud Diminta...
Kemendikbud Diminta Petakan Kebutuhan Sekolah
Berita Terkini
MNC University Bahas...
MNC University Bahas Masa Depan Produksi Iklan di Era AI melalui Talkshow KRUFEST
16 jam yang lalu
UNJ Expo 2026 Dibuka,...
UNJ Expo 2026 Dibuka, Hadirkan Pameran Inovasi, Tes Kesehatan, hingga Kuliner Nusantara
18 jam yang lalu
Mensos: Rekrutmen Guru...
Mensos: Rekrutmen Guru Sekolah Rakyat 2026 Capai 5.000 Orang
20 jam yang lalu
Menag: Insentif Guru...
Menag: Insentif Guru Madrasah Non-ASN Akan Cair Akhir Juni 2026
21 jam yang lalu
Jadwal TKA SMA 2026...
Jadwal TKA SMA 2026 Resmi Dirilis, Simak Tips Jitu Raih Nilai Tertinggi
22 jam yang lalu
KIP Kuliah Jalur Seleksi...
KIP Kuliah Jalur Seleksi Mandiri PTN dan PTS 2026 Resmi Dibuka, Daftar di Link Ini
1 hari yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved