Komisi X DPR Pantau Pilrek Universitas Jember

Kamis, 16 Januari 2020 - 11:59 WIB
Komisi X DPR Pantau...
Komisi X DPR Pantau Pilrek Universitas Jember
A A A
JAKARTA - Komisi X DPR RI memantau proses pemilihan rektor (Pilrek) di sejumlah Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Tanah Air. Pilrek diharapkan mampu menghasilkan figur akademisi dengan kemampuan manajerial handal sekaligus mampu membentengi mahasiswa dari paparan radikalisme.

"Kemendikbud mempunyai peran besar dalam menentukan sosok pemimpin di lingkungan PTN. Sebagai mitra kerja kami berharap bahwa Kemendikbud mampu mengawal terpilihnya sosok rektor yang handal secara manajerial dan mempunyai komitmen terhadap Pancasila, UUD 45, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika," kata Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda, saat dihubungi wartawan, di Jakarta, Kamis (16/1/2020).

Dia menjelaskan setelah penghapusan Kementerian Dikti, maka pengelolaan pendidikan tinggi kembali di bawah koordinasi Kemendikbud. Salah satu dampak dari kebijakan tersebut adalah adanya kewenangan Mendikbud untuk ikut memilih rektor-rektor PTN. Mendikbud bersama Senat Universitas mempunyai suara dengan proporsi 35%:65% dalam menentukan rektor terpilih.

"Kewenangan Kemendikbud cukup besar dalam ikut menentukan sosok rektor yang terpilih, maka kami berharap suara Mendikbud benar-benar digunakan untuk memilih kandidat rektor terbaik," ujarnya.

Huda mengungkapkan dalam tiga bulan terakhir, Mendikbud Nadiem Makarim telah menggunakan haknya untuk memilih rektor di Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Jambi (Unja). Dalam waktu dekat Nadiem juga akan menggunakan hak suaranya untuk memilih rektor Universitas Negeri Jember (Unej).

"Unej dalam beberapa waktu terakhir menjadi sorotan karena temuan jika 22% civitas akademika tersebut telah terpapar dengan isu radikalisme. Dalam pandangan kami, Mendikbud harus memperhatikan faktor ini dalam memilih kandidat rektor yang akan memimpin PTN tersebut empat tahun ke depan," ujarnya.

Politikus PKB ini memandang isu radikalisme di kalangan mahasiswa di PTN bukan hal sepele. Menurutnya, mahasiswa merupakan sosok yang akan mewarnai masa depan bangsa. Jika saat ini mereka telah terpapar dengan pandangan radikal dengan tidak mempercayai nilai dan simbol pemersatu bangsa, maka bisa dibayangkan bahaya yang akan dihadapi Indonesia di masa mendatang.

"Figur rektor mempunyai besar apakah akan melakukan langkah-langkah pencegahan terhadap pandangan radikal di kalangan civitas akademika atau justru memberikan ruang untuk nilai-nilai tersebut berkembang," katanya.
(amm)
Berita Terkait
Transparansi dan Akuntabilitas...
Transparansi dan Akuntabilitas dalam Pemilihan Rektor  
Selamat, Tiga Calon...
Selamat, Tiga Calon Rektor Universitas Pancasila Berhasil Ditetapkan Senat
Prof Arief S Kartasasmita...
Prof Arief S Kartasasmita Jadi Rektor Unpad Periode 2024-2029, Ditarget Pendapatan Rp3 Triliun
Harus Bergelar Doktor,...
Harus Bergelar Doktor, Ini Tahapan Pemilihan Bakal Calon Rektor UI 2024-2029
Universitas Brawijaya...
Universitas Brawijaya akan Gelar Pemilihan Rektor Baru
3 Dekan Bertarung di...
3 Dekan Bertarung di Pemilihan Rektor Unhas
Berita Terkini
Dana KJP Bulan Juni...
Dana KJP Bulan Juni 2026 Sudah Cair, Cek Rekeningmu!
5 jam yang lalu
Kemendikdasmen Dukung...
Kemendikdasmen Dukung SE KPK untuk Cegah Korupsi dan Gratifikasi di SPMB 2026
9 jam yang lalu
Pemerintah Targetkan...
Pemerintah Targetkan Perbaikan Sekolah Rusak Tuntas pada 2028
10 jam yang lalu
Youth ESG Maritime 2026...
Youth ESG Maritime 2026 Dorong Generasi Muda Ciptakan Solusi Nyata bagi Krisis Lingkungan Laut
1 hari yang lalu
FK Unair Kukuhkan Profesor...
FK Unair Kukuhkan Profesor University of Melbourne sebagai Adjunct Professor
1 hari yang lalu
Prabowo Terbitkan Aturan...
Prabowo Terbitkan Aturan Baru untuk Perkuat Peran Indonesia di UNESCO
1 hari yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved