Rapat dengan DPR, Nadiem Makarim Ditanya soal Kasus Bullying

Kamis, 20 Februari 2020 - 17:16 WIB
Rapat dengan DPR, Nadiem...
Rapat dengan DPR, Nadiem Makarim Ditanya soal Kasus Bullying
A A A
JAKARTA - Maraknya kasus perundungan atau bullying disinggung sejumlah anggota Komisi XI DPR saat rapat kerja dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim, hari ini.

Beberapa wakil rakyat yang mempertanyakan tentang bullying antara lain Ratih Megasari Singkarru dari Fraksi Partai Nasdem, Fahmy Alaydroes (Fraksi PKS) dan Agustina Wilujeng Pramestuti dari Fraksi PDIP.

"Terkait masalah perundungan yang marak Mas Menteri, saya juga sangat mengapresiasi. Dari kemarin saya membaca-membaca lagi terkait program-program Mas Menteri, terkhususnya untuk pusat penguatan karakter," ujar Anggota Komisi X DPR Ratih Megasari Singkarru, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (20/2/2020).

Dia berharap melalui program yang diusung Nadiem, dapat benar-benar mengantisipasi terjadinya bullying yang marak terjadi di sekolah-sekolah

Hal senada juga disampaikan oleh Anggota Komisi X DPR, Fahmy Alaydroes. Dia justru menunggu strategi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk mengatasi masalah tersebut.

"Jadi ini kira menunggu sekali apa strategi, konsep utuhnya, karena kasus bullying, kasus berbagai macam tindakan-tindakan tidak pantas dilakukan oleh pelajar-pelajar kita sudah pada titik nadir, ini benar-benar perlu mendapatkan perhatian," kata Fahmy.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi X DPR Agustina Wilujeng Pramestuti menyarankan agar pelaku dan korban bullying diperlakukan secara tepat. "Ketika seorang siswa atau mahasiswa itu melakukan aksi bullying, dia harus mendapatkan treatment yang baik, apakah dia akan ditegur, dihukum, dikurangi nilainya," ujar Agustina.

Perlakuan yang tepat juga dinilai perlu untuk korban bullying. Karena, kata dia, persoalan bullying bisa dianggap selesai ketika pelaku dan korban bersalaman di depan guru pembimbing, namun setelahnya atau di luar sekolah tetap terjadi.

"Saya berharap ini juga harus bisa masuk ke dalam kurikulum. Saya enggak tahu bagaimana mekanismenya," tutur anggota DPR dari daerah pemilihan Jawa Tengah ini. (Baca juga: Cegah Bullying, Sekolah Perlu Pasang CCTV )

Menurut dia, Nadiem Anwar Makarim dan Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Ainun Na'im harus bisa mengkolaborasikan persoalan itu.

"Bagaimana bullying itu bisa masuk ke dalam kurikulum, bagaimana budaya ini bisa masuk ke kurikulum, mungkin kemarin kita bicara soal badan pengembangan bahasa itu juga bagaimana bahasa ini juga bisa masuk ke dalam kurikulum, Pramuka juga mungkin masuk kurikulum, walaupun tempatnya ada di pendidikan ekstrakurikuler tetapi itu tertuliskan, sehingga ada kewajiban," tuturnya.
(dam)
Berita Terkait
Pemerintah Bentuk Satgas...
Pemerintah Bentuk Satgas untuk Tekan Kasus Kekerasan Anak di Sekolah
Kemendikbud Buka Lowongan...
Kemendikbud Buka Lowongan Guru untuk Sekolah Indonesia di Luar Negeri
Meluruskan Konsep Kekerasan...
Meluruskan Konsep Kekerasan di Sekolah
Sanksi Tegas Kekerasan...
Sanksi Tegas Kekerasan di Sekolah
Digitalisasi Sekolah...
Digitalisasi Sekolah Jadi Program Prioritas Kemendikbud Tahun Depan
KPP Sulsel Khawatir...
KPP Sulsel Khawatir Aktivitas Belajar di Sekolah Lahirkan Klaster Baru
Berita Terkini
Robot Lahbako-San Antar...
Robot Lahbako-San Antar UNEJ Jadi Juara Tiga KRAI 2026
10 menit yang lalu
LABSPROJECT 2026 Dorong...
LABSPROJECT 2026 Dorong Kreativitas dan Kolaborasi Siswa SMA Labschool Jakarta
33 menit yang lalu
Hari Pertama Sekolah,...
Hari Pertama Sekolah, Orang Tua Murid Setia Dampingi Anak di SDN Menteng 01
2 jam yang lalu
BSI Scholarship Pelajar...
BSI Scholarship Pelajar 2026 Resmi Dibuka, Simak Persyaratan dan Jadwal Pendaftarannya
3 jam yang lalu
28 Perguruan Tinggi...
28 Perguruan Tinggi Malaysia Buka Peluang Studi bagi Mahasiswa Indonesia
19 jam yang lalu
Rangkaian Kegiatan MPLS...
Rangkaian Kegiatan MPLS SD, SMP, dan SMA/SMK 2026, Orang Tua Wajib Tahu!
21 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved