Ornamen Header
Marzuki Alie: Integritas dan Kompetensi Masih Menjadi PR Indonesia
Marzuki Alie: Integritas dan Kompetensi Masih Menjadi PR Indonesia
Marzuki Alie: Integritas dan Kompetensi Masih Menjadi PR Indonesia
Mantan Ketua DPR RI periode 2009-2014, Marzuki Alie menyoroti permasalahan integritas dan kompetensi masih menjadi pekerjaan rumah di negara Indonesia. Hal tersebut diungkapkannya pada saat Seminar Pendidikan di Universitas Indo Global Mandiri (IGM), Palembang, Kamis (12/03/2020).

Menurutnya, nilai integeritas dalam mencintai negara Indonesia sudah mulai luntur dan banyak orang saat ini lebih mementingkan diri sendiri. Sementara untuk kompetensi lebih dimiliki bagi orang yang memiliki kesempatan. (Baca juga: Kemendikbud: Program Organisasi Penggerak Tingkatkan Kualitas Pendidik)

"Saya melihat kita harus melakukan sesuatu, karena kewajiban mencerdaskan bangsa bukan hanya tugas pemerintah, namun kita semua sebagai anak bangsa," ujar Marzuki Alie yang juga selaku Rektor Universitas IGM Palembang.

Dikatakan juga, tantangan ke depan diyakini semakin keras dan harus diketahui apa yang menjadi ancaman negara di masa yang akan datang. "Seperti persoalan pengangguran, kita ketahui banyak orang yang belum mendapatkan pekerjaan karena selama ini orang bersekolah hanya untuk mendapatkan pekerjaan. Maka dari itu mindset ini harus diubah, bagaimana mereka setelah lulus mampu menciptakan lapangan pekerjaan," jelasnya.



Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Selatan, Mawardi Yahya mengatakan bagaimana caranya menjadikan generasi ke depan memiliki integeritas dan kualitas yang mumpuni untuk bersaing secara global.

"Pintu yang sangat lebar adalah menjadi wiraswasta atau pengusaha dibanding menjadi seorang pegawai," kata Mawardi.

Di Sumsel, lanjut Mawardi, lulusan sarjana setiap tahunnya mencapai 15 ribu orang. Hal inilah yang selalu pemerintah pikirkan, bagaimana dan harus dikemanakan para lulusan tersebut. (Baca juga: Kemendikbud Ingatkan 9 Peringatan Keras Menteri Nadiem kepada Perguruan Tinggi)



"Jiwa wirausahanya harus dikembangkan. Di sinilah pendidik dituntut mampu menerapkan inovasi kepada anak didik, ditambah lagi saat ini merupakan era digital yang memiliki dampak yang luas," tandasnya.
(kri)
TULIS KOMENTAR ANDA!