Peringatan HUT PBB di UBL, Bahas Perdamaian Dunia
Sabtu, 25 Oktober 2014 - 17:35 WIB
Peringatan HUT PBB di UBL, Bahas Perdamaian Dunia
A
A
A
JAKARTA - Universitas Budi Luhur (UBL) Jakarta, bersama United Nations Informations Centres (UNIC), menggelar peringatan Hari Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) sebagai bentuk apresiasi TNI dalam ikut menjaga perdamaian dunia.
Dalam kegiatan yang mengambil tema Celebrating The UN & Indonesia’s Role in UN Peace Keeping itu, diadakan sejumlah kegiatan, antaranya seminar, diskusi panel, screening film, dan pameran.
Turut hadir dalam kegiatan, Direktur UNIC Indonesia Mr Michele Zaccheo, perwakilan dari Kementerian Luar Negeri Indonesia Hasan Kleib, Rektor Universitas Budi Luhur Prof Suryo Hapsoro Tri Utomo, dan lainnya.
"Indonesia memiliki peran penting dalam misi-misi perdamaian di Libanon, Afganistan, dan daerah-daerah berkonflik lainnya," ungkap Hasan Kleib, kepada wartawan, Sabtu (25/10/2014).
Hal senada diungkapkan Kepala Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Organisasi Internasional Kementerian Luar Negeri Fikri Cassidy.
"Indonesia telah berperan aktif dalam 24 misi perdamaian PBB, sejak tahun 1957, yang diawali dengan partisipasi dalam UNEF (United Nations Emergency Forces) di Sinai," bebernya.
Kini, Indonesia menempati peringkat ke-16 negara penyumbang pasukan/polisi (Troops/Police Contrubuting Country) dengan jumlah 1.785 personel. Kedepannya, dia berharap Indonesia lebih meningkatkan perannya dalam mewujudkan perdamaian dunia.
Sementara itu, Mr Michele mengatakan, perayaan hari PBB ini merupakan suatu ajang untuk mendalami nilai-nilai perdamaian dunia. Untuk itu, dia sangat mengapresiasi UBL yang mau melaksanakan kegiatan itu.
Dalam kegiatan yang mengambil tema Celebrating The UN & Indonesia’s Role in UN Peace Keeping itu, diadakan sejumlah kegiatan, antaranya seminar, diskusi panel, screening film, dan pameran.
Turut hadir dalam kegiatan, Direktur UNIC Indonesia Mr Michele Zaccheo, perwakilan dari Kementerian Luar Negeri Indonesia Hasan Kleib, Rektor Universitas Budi Luhur Prof Suryo Hapsoro Tri Utomo, dan lainnya.
"Indonesia memiliki peran penting dalam misi-misi perdamaian di Libanon, Afganistan, dan daerah-daerah berkonflik lainnya," ungkap Hasan Kleib, kepada wartawan, Sabtu (25/10/2014).
Hal senada diungkapkan Kepala Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Organisasi Internasional Kementerian Luar Negeri Fikri Cassidy.
"Indonesia telah berperan aktif dalam 24 misi perdamaian PBB, sejak tahun 1957, yang diawali dengan partisipasi dalam UNEF (United Nations Emergency Forces) di Sinai," bebernya.
Kini, Indonesia menempati peringkat ke-16 negara penyumbang pasukan/polisi (Troops/Police Contrubuting Country) dengan jumlah 1.785 personel. Kedepannya, dia berharap Indonesia lebih meningkatkan perannya dalam mewujudkan perdamaian dunia.
Sementara itu, Mr Michele mengatakan, perayaan hari PBB ini merupakan suatu ajang untuk mendalami nilai-nilai perdamaian dunia. Untuk itu, dia sangat mengapresiasi UBL yang mau melaksanakan kegiatan itu.
(san)