Kemendikbud Akan Kembangkan SMK Kelautan

Senin, 27 Oktober 2014 - 01:43 WIB
Kemendikbud Akan Kembangkan...
Kemendikbud Akan Kembangkan SMK Kelautan
A A A
JAKARTA - Ditjen Pendidikan Menengah (Dikmen) Kementerian Kebudayaan Pendidikan Dasar dan Menengah akan mengembangkan sekolah menengah kejuruan (SMK) bidang kelautan.

Direktur Pembinaan SMK Ditjen Dikmen Kementerian Kebudayaan Pendidikan Dasar dan Menengah M Mustaghfirin Amin mengatakan, SMK kelautan yang dikembangkan ada dua macam yakni, kelautan
untuk niaga dan perikanan.

Dia menjelaskan, SMK kelautan yang saat ini beroperasi ada 170-an. Sedangkan perikanan ada 145 unit.

"Namun ada sekitar 140 sekolah yang akan kami revitalisasi. Sehingga semua lulusannya bermutu baik dan berstandar internasional," kata Mustaghfirin di Gedung Kemendikbud, Minggu 26 Oktober kemarin.

Mustaghfirin mengungkapkan, Kemendikbud akan memberikan bantuan senilai Rp700 juta per sekolah kelautan dan perikanan tersebut untuk bantuan peralatan.

Peralatan itu dimaksudkan agar siswa dapat langsung praktek dan langsung bekerja usai lulus.

Dia melanjutkan, tahun depan juga seluruh siswa SMK kelautan akan mendapatkan sertifikat internasional.

"Kemendikbud juga sudah bekerjasama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) agar mereka turut membantu pelatihan," ungkapnya.

Menurut Mustaghfirin, lulusan SMK memang potential untuk bekerja di perkapalan.

Di kapal itu ada tiga level yakni manajemen dengan profesinya adalah kapten. Lalu bagian operator yakni mualim dan kelasi sementara supporting ialah seperti teknisi mesin dan koki.

"Lulusan SMK itu potensi kerjanya di bagian supporting yang jumlah tenaga kerjanya di dunia yang sudah profesional masih sedikit," terangnya.

Selain mengembangkan SMK bidang kelautan, Mustaghfirin menambahkan, Kemendikbud juga akan mengembangkan SMK pertanian yang saat ini jumlahnya hanya 220 sekolah dengan jumlah siswa 120.000 orang.

Bagi siapa saja siswa yang mau belajar di SMK pertanian akan diberikan beasiswa Rp1 juta/siswa/tahun.

"Ini untuk mendorong anak muda kembali ke pertanian. Imej anak muda terhadap pertanian kan tidak potensial menjadi mata pencaharian," ucapnya.
(whb)
Berita Terkait
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
Tingkatkan Mutu Perguruan...
Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi, DPD Perkindo DKI Jakarta Gandeng 3 Universitas
ACC Wujudkan Harapan...
ACC Wujudkan Harapan Baru untuk Pendidikan di Pelosok Negeri
Berita Terkini
Youth ESG Maritime 2026...
Youth ESG Maritime 2026 Dorong Generasi Muda Ciptakan Solusi Nyata bagi Krisis Lingkungan Laut
9 jam yang lalu
FK Unair Kukuhkan Profesor...
FK Unair Kukuhkan Profesor University of Melbourne sebagai Adjunct Professor
10 jam yang lalu
Prabowo Terbitkan Aturan...
Prabowo Terbitkan Aturan Baru untuk Perkuat Peran Indonesia di UNESCO
11 jam yang lalu
MNC University Umumkan...
MNC University Umumkan Penerima MNCU Future Leader Scholarship Batch 2
13 jam yang lalu
Lowongan Sekolah Rakyat...
Lowongan Sekolah Rakyat 2026 untuk 5.127 PPPK Tendik, Ini Syarat dan Link Pendaftarannya
13 jam yang lalu
Tiga Lulusan Kedokteran...
Tiga Lulusan Kedokteran UGM Lulus dengan IPK 4,00, Simak Perjuangan dan Cita-citanya
15 jam yang lalu
Infografis
Akhiri Perang Ukraina,...
Akhiri Perang Ukraina, Trump Akan Akui Crimea Milik Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved