Cegah Radikalisme, Kemenag Gelar Perkemahan Rohis Nasional

Selasa, 11 November 2014 - 20:18 WIB
Cegah Radikalisme, Kemenag...
Cegah Radikalisme, Kemenag Gelar Perkemahan Rohis Nasional
A A A
JAKARTA - Cegah intoleransi dan paham radikalisme, Kementerian Agama (Kemenag) menggelar perkemahan nasional bagi pengurus Rohani Islam (Rohis) tingkat SMA dan SMK di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur.

Direktur Pendidikan Agama Islam Amin Haidari mengatakan, kegiatan yang diikuti oleh 1.500 pengurus, berlangsung selama empat hari sejak 12 November 2014 sampai 15 November.

Dalam kegiatan tersebut para siswa akan mendapatkan berbagai pelatihan dan pemahaman mengenai berbagai hal seperti, demokrasi, toleransi, bahaya narkoba, keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), kedisiplinan, ketertiban, Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK), dan upaya menangkal aliran radikal.

Hal itu penting, mengingat belakangan ini muncul tuduhan radikal kepada Rohis. Keadaan tersebut membuat banyak orang memberi perhatian serius, terutama sejak ditangkapnya tiga siswa SMK di Klaten, Jawa Tengah, yang merencanakan peledakan bom.

"Pandangan ini tidak bisa dialamatkan begitu saja kepada Rohis, sekalipun ada segelintir oknum dari siswa yang mengarah pada paham radikal atau intoleran. Mereka tidak mendapatkan materi dari gurunya, melainkan dari pihak tertentu," ujarnya di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Selasa (11/11/2014).

Karenanya, acara yang mengambil tema Aku Bangga Menjadi Muslim Indonesia, akan mendapat bimbingan, membuka wawasan dan pemahaman mereka terhadap Islam nusantara yang mengedepankan pentingnya toleransi.

"Kementerian Agama berkepentingan atas munculnya generasi muda yang memiliki pandangan keagamaan yang inklusif dan toleran," jelasnya.

Dengan kondisi bangsa yang multi etnis, multi agama dan multi agama, Indonesia membutuhkan seorang pemimpin yang bisa mengayomi semuanya tanpa melihat asal-usul suku dan agamanya.

Rohis sebagai salah satu komponen dari organisasi OSIS sangat berperan dalam membangun dan menciptakan pemimpin yang memiliki wawasan kebangsaan dan keagamaan yang baik.

"Itulah keunggulan yang harus dipertahankan oleh generasi muda, memang ini tugas berat tapi kami optimistis bisa melahirkan pemimpin yang inklusif dan toleran," ucapnya.
(maf)
Berita Terkait
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
Tingkatkan Mutu Perguruan...
Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi, DPD Perkindo DKI Jakarta Gandeng 3 Universitas
Rayakan Hari Anak Nasional...
Rayakan Hari Anak Nasional 2023, Bank Hana Salurkan Donasi Dana Pendidikan dan Distribusikan Gawai
Program Pendidikan Islam...
Program Pendidikan Islam Kemenag Papua, Yan Permenas Mandenas Tekankan Pentingnya Pendidikan Keagamaan
Berita Terkini
Jurusan D3 dan D4 Paling...
Jurusan D3 dan D4 Paling Diminati di SNBT 2024, Politeknik Mana Paling Unggul?
8 jam yang lalu
Jadwal Pencairan KJP...
Jadwal Pencairan KJP Plus Bulan April 2025, Orang Tua Simak Ya
8 jam yang lalu
Ini 7 Sekolah yang Dikecualikan...
Ini 7 Sekolah yang Dikecualikan dari Ketentuan SPMB 2025
1 hari yang lalu
SPMB 2025 Dibuka Mei,...
SPMB 2025 Dibuka Mei, Ini Jadwal Resmi Pengganti PPDB dari Kemendikdasmen
1 hari yang lalu
Biaya Kuliah Kedokteran...
Biaya Kuliah Kedokteran di 5 PTN Pulau Sumatera Jalur Mandiri 2025: Unand, Unsri, USK, USU, dan Unri
1 hari yang lalu
Profil Pendidikan Ray...
Profil Pendidikan Ray Sahetapy, Aktor Legendaris Indonesia
1 hari yang lalu
Infografis
Qatar, UEA, dan Israel...
Qatar, UEA, dan Israel Gelar Latihan Militer Bersama
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved