Kemandirian Sainstek, Perguruan Tinggi dan Industri Perlu Sinkronisasi

Jum'at, 14 November 2014 - 02:15 WIB
Kemandirian Sainstek,...
Kemandirian Sainstek, Perguruan Tinggi dan Industri Perlu Sinkronisasi
A A A
YOGYAKARTA - Kemandirian sains dan teknologi (sainstek) di Indonesia optimis bisa dicapai dengan menyinkronkan kurikulum di Perguruan Tinggi (PT) dengan kebutuhan industri.

Dosen Teknik Mesin IST Akprind Yogyakarta Joko Waluyo mengatakan, kemandirian sainstek di Indonesia optimis bisa dicapai dengan kemampuan SDM yang ada saat ini.

Namun untuk menuju kemandirian tersebut, persoalan utama yang harus segera diselesaikan ialah akses PT sebagai sumber penelitian ke dunia industri.

"Mencapai kemandirian sainstek memang bisa ditempuh dengan menyinkronkan kurikulum di PT dengan kebutuhan industri. Tapi persoalannya tidak semudah itu. Selama industri di Indonesia mayoritas masih dikuasai asing, alih industri yang dicita-citakan tidak mungkin bisa terlaksana. Akibatnya kemandirian sainstek jelas terhambat," ujar Joko Waluyo kepada wartawan di kampus IST, Kamis 13 November kemarin.

Joko menuturkan, peneliti di PT selama ini mengalami kesulitan akses masuk ke industri.

Hal ini dikarenakan penguasaan asing dalam industri yang ada di Indonesia.

Akibatnya, banyak hasil penelitian PT yang hanya sekedar menjadi buku atau sebatas dipublikasikan di jurnal penelitian. Selain itu, daya saing Indonesia untuk sainstek sendiri menjadi rendah.

"Untuk sampai pada tingkat aplikasi, penelitian PT itu masih susah. Di sisi lain, penelitian kita biasanya terkendala pembiayaan. Padahal harusnya penelitian di PT itu dibiayai industri sehingga hasil penelitiannya langsung bisa dimanfaatkan pihak industri untuk dikembangkan. Itulah yang terjadi di negara lain, sayangnya tidak begitu dengan di Indonesia," jelasnya.

Oleh karena itu sebagai upaya meningkatkan peran sainstek dalam pembangunan bangsa, Akprind akan menyelenggarakan Seminar Nasional Aplikasi Sains dan Teknologi (SNAST) 2014 pada Sabtu 15 November mendatang.

Melalui seminar tersebut, Akprind ingin membangun masyarakat berbasis pengetahuan guna mendorong terciptanya kemampuan dan kemandirian sainstek Indonesia.

Penanggung Jawab Seminar Nasional Aplikasi Sainstek IST Akprind Muhammad Soleh ST MT menuturkan, dengan penyatuan bidang riset dan teknologi bersama pendidikan tinggi di tataran kementerian pada pemerintah yang baru saat ini, ada harapan besar bisa makin teraplikasinya hasil penelitian di PT.

Menurutnya, pengembangan penelitian di PT paling tidak bisa didorong semakin banyak.

"Penyatuan riset dan pendidikan tinggi ini seperti harapan bagi PT. Karena selama ini hubungan penelitian dengan PT sendiri masih lemah. Bahkan ada ungkapan penelitian hanya untuk penelitian," katanya.

Ketua panitia Seminar IST Akprind Amir Hamzah pun menambahkan, seminar ini akan diikuti 155 makalah sainstek dari 50 PT se-Indonesia yang telah terseleksi.

Dari seminar ini, diharapkan muncul banyak pemikiran yang dapat disumbangkan demi kemajuan sainstek sehingga dapat berkontribusi bagi kemandirian bangsa.
(whb)
Berita Terkait
Paradoks Pendidikan...
Paradoks Pendidikan Tinggi
Pengalaman 36 Tahun,...
Pengalaman 36 Tahun, Universitas Terbuka Ingin Bantu PT Lain
Kualitas Universitas...
Kualitas Universitas Oxford Tak Terkalahkan di Dunia
iSB Sediakan Jurusan...
iSB Sediakan Jurusan Akuntansi Internasional, Ini Sejumlah Keunggulannya
16 Lembaga Layanan Pendidikan...
16 Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi di Indonesia, Ini Daftar dan Kontaknya
100 Program Studi Vokasi...
100 Program Studi Vokasi Akan Dipadukan dengan Dunia Industri dan Kerja
Berita Terkini
Web3 University Tour...
Web3 University Tour 2026 Digelar ITERA Lampung, Ratusan Mahasiswa Belajar Blockchain
8 jam yang lalu
Dana KJP Bulan Juni...
Dana KJP Bulan Juni 2026 Sudah Cair, Cek Rekeningmu!
14 jam yang lalu
Kemendikdasmen Dukung...
Kemendikdasmen Dukung SE KPK untuk Cegah Korupsi dan Gratifikasi di SPMB 2026
18 jam yang lalu
Pemerintah Targetkan...
Pemerintah Targetkan Perbaikan Sekolah Rusak Tuntas pada 2028
19 jam yang lalu
Youth ESG Maritime 2026...
Youth ESG Maritime 2026 Dorong Generasi Muda Ciptakan Solusi Nyata bagi Krisis Lingkungan Laut
1 hari yang lalu
FK Unair Kukuhkan Profesor...
FK Unair Kukuhkan Profesor University of Melbourne sebagai Adjunct Professor
1 hari yang lalu
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved