ITERA Berhasil Abadikan Komet Langka, Ini Penampakannya

Jum'at, 20 Januari 2023 - 14:16 WIB
Dr. Moedji menambahkan, hal ini karena bentuk orbit yang hiperbola sehingga terdapat dua titik lenyap yang letaknya berada di jarak tak terhingga. Berdasarkan perhitungan terbaru, komet mencapai titik terdekat dengan Matahari (perihelion) pada 12 Januari 2023 dengan jarak 1,11 AU (166 juta km) dan terdekat ke Bumi akan terjadi pada 1 Februari 2023 pada jarak 0,28 AU (42 juta km).

Gerakan harian komet ini jika dilihat dari Bumi, dalam waktu dekat ini, komet bergerak perlahan pada rasi Corona Borealis dan Serpens. Kemudian akan bergerak ke utara mendekati kutub utara langit ke rasi Ursa Minor dan selanjutnya akan menuju arah rasi Auriga dan Taurus.

Untuk kecerlangannya, kemungkinan akan terus bertambah dan bisa jadi dapat dilihat oleh mata telanjang. Komet ini berwarna kehijauan karena adanya molekul diatomik karbon (C2) pada komanya.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!