Mahasiswa UMM Ceritakan Susah Senang Belajar di Liverpool Inggris

Sabtu, 04 Februari 2023 - 11:17 WIB
“Saat awal kuliah, aku sempat mampir ke International Relation Office (IRO) dan bertanya mengenai kesempatan beasiswa. Alhamdulillah IRO UMM menjelaskan banyak hal. Salah satunya IISMA yang merupakan program dari Kemendikbud,” katanya.

Feya berangkat ke Liverpool untuk memulai perkuliahan pada September hingga Januari lalu. Di sana ia mengikuti sistem perkuliahan dengan modul. Adapun modul yang diambil adalah Media Self Society, Music in Context: Why Music Matters dan Deviance Youth and Culture.

Baca juga: Top! ITS Naik 50 Peringkat Kampus Terbaik Dunia Versi Webometrics 2023

Feya menceritakan perbedaan yang ia alami selama di Inggris. Pertama adalah kurikulum perkuliahan. Jika di Indonesia lebih mengedepankan praktek, maka di sana lebih memberikan porsi pada teori. Tiap minggu ia mau tidak mau harus membaca dua jurnal dengan rata-rata 50 lembar. Sementara penilaiannya melalui kualitas essay, bacaan jurnal dan buku.

“Di sana semua harus baca jurnal. Setiap minggu diberi bacaan wajib oleh dosen. Itu yang bikin aku agak kesulitan. Mau tidak mau harus fokus baca tiap minggu,” ungkap perempuan asal Probolinggo.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!