Dosen IPB Beberkan 7 Kebijakan Pertanian Masa Depan untuk Petani Muda Era Digital

Senin, 27 Februari 2023 - 15:24 WIB
“Kalau kita belajar sosiologi, petani adalah biasa. Satu golongan masyarakat yang tidak pernah diperhatikan, namanya juga petani,” ujarnya.

Terakhir, sebut Dr Lala, adalah tata kelola kolaborasi yang bukan hanya urusan pemerintah, tetapi urusan semua pihak. Maka, prinsip-prinsip dasar itu ada dalam pertanian lestari sebagai modal utama, kemudian agropreneur, saling memberdayakan dan ada inklusivitas atau keterbukaan semua pihak untuk terlibat dalam membangun pertanian ke depan, khususnya yang diinisiasi petani muda.

Menurut Dr Lala, pertanian presisi bukan sesuatu yang baru. Pertanian presisi sudah digagas oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dengan tujuan mengembangkan pertanian digital untuk mendukung pertanian berkelanjutan. Hasilnya, pertanian presisi dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas, menciptakan inovasi dan mendorong inklusivitas.

“Indeks presisi bukan hanya internet, drone, tapi semua teknologi digital dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas, menciptakan inovasi dan meningkatkan inklusivitas pertanian,” imbuhnya.
(mpw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!