Mahasiswa ITS Inovasikan Alga Merah untuk Tangani Ruam Kulit

Selasa, 28 Februari 2023 - 09:23 WIB
Lebih lanjut, Reynafa menerangkan, temperatur udara di Indonesia yang cenderung panas dapat menyebabkan berbagai efek samping berbahaya bagi kulit manusia. Karena mikroorganisme berbahaya seperti Staphylococcus spp. dan Streptococcus spp. umumnya tumbuh pada saat kemarau. “Suburnya mikroorganisme tersebut biasanya menimbulkan penyakit kulit, berupa rasa gatal dan ruam kemerahan,” imbuhnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, gadis yang lahir Nganjuk ini berinisiatif untuk mengolah Gracilaria verrucosa menjadi losion yang dapat mengatasi ruam kemerahan pada kulit. “Gracilaria verrucosa mampu menghasilkan agar-agar yang dapat diaplikasikan sebagai agen pengental, pengemulsi, dan stabilitator,” jelas Reynafa.

Agar dapat diolah menjadi losion, Gracilaria verrucosa perlu ditambahkan senyawa tambahan, seperti fenol dan vitamin B12. Reynafa menuturkan bahwa fenol dapat berfungsi sebagai zat antibakteri dan antioksidan. Lebih rinci, fenol dikatakan dapat melindungi kulit dari kondisi lingkungan yang ekstrem, seperti suhu udara yang panas atau kelembapan yang tinggi.

Berbeda dengan fenol, Reynafa menerangkan bahwa vitamin B12 mengandung zat antiinflamasi yang tinggi, sehingga mampu memelihara proses metabolisme sel. “Vitamin B12 berperan untuk mempertahankan sistem imun tubuh dan menghambat peradangan,” tuturnya.

Baca juga: 10 Jurusan Kuliah Pendidikan Dokter yang Ramai Peminat, Lengkap dengan Daya Tampung untuk SNBT 2023

Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!