Rektor Unhan Laksdya TNI Amarulla Octavian Wisuda 578 Mahasiswa S2-S3 Ilmu Pertahanan
Rabu, 15 Maret 2023 - 13:04 WIB
Terpilih Wisudawan Terbaik Program Doktor adalah Dr. Hasto Kristiyanto dengan IPK 4.00 meraih Summa Cum Laude.
Baca juga: Rektor Unhan Laksdya TNI Amarulla Octavian Beri Kuliah Umum di Rabdan Academy UEA
Terbaik Program Magister dari Fakultas Strategi Pertahanan adalah Abdul Razaq Matthew Aditya, M.Han dengan IPK 3,99; sedangkan dari Fakultas Manajemen Pertahanan adalah Dyah Tribuwana Tungga Dewi, M.Han dengan IPK 3,99;
Sementara dari Fakultas Keamanan Nasional adalah Syafrudin Fathoni, M.Han dengan IPK 3,96; dan dari Fakultas Sains dan Teknologi Pertahanan adalah Muhammad Hafizh Syafii, M.Han dengan IPK 3,99.
Terbaik dari mahasiswa manca negara adalah Letkol Hassan Raza Hashmi, M.Han dari Angkatan Udara Pakistan dengan IPK 4,00.
Guru Besar Fakultas Manajemen Pertahanan Prof. Dr. Surachman Suryaatmadya dalam orasi ilmiahnya dengan judul "Sistem Keuangan Negara Pada Masa Perang" membahas berbagai pengalaman Perang Dunia I dan II ketika berbagai negara yang terlibat perang harus mengelola pendapatan dari pajak untuk membiayai kekuatan militernya.
Baca juga: Rektor Unhan Laksdya TNI Amarulla Octavian Beri Kuliah Umum di Rabdan Academy UEA
Terbaik Program Magister dari Fakultas Strategi Pertahanan adalah Abdul Razaq Matthew Aditya, M.Han dengan IPK 3,99; sedangkan dari Fakultas Manajemen Pertahanan adalah Dyah Tribuwana Tungga Dewi, M.Han dengan IPK 3,99;
Sementara dari Fakultas Keamanan Nasional adalah Syafrudin Fathoni, M.Han dengan IPK 3,96; dan dari Fakultas Sains dan Teknologi Pertahanan adalah Muhammad Hafizh Syafii, M.Han dengan IPK 3,99.
Terbaik dari mahasiswa manca negara adalah Letkol Hassan Raza Hashmi, M.Han dari Angkatan Udara Pakistan dengan IPK 4,00.
Guru Besar Fakultas Manajemen Pertahanan Prof. Dr. Surachman Suryaatmadya dalam orasi ilmiahnya dengan judul "Sistem Keuangan Negara Pada Masa Perang" membahas berbagai pengalaman Perang Dunia I dan II ketika berbagai negara yang terlibat perang harus mengelola pendapatan dari pajak untuk membiayai kekuatan militernya.
Lihat Juga :