Pengalaman 36 Tahun, Universitas Terbuka Ingin Bantu PT Lain
Jum'at, 17 Juli 2020 - 20:54 WIB
"UT ingin berkontribusi dan terlibat aktif membantu pemerintah dan masyarakat dalam menyediakan beragam layanan termasuk bimbingan dan bantuan dan pembekalan bagi perguruan tinggi konvensional lain agar mereka memiliki kapasitas yang sama seperti UT untuk menyediakan layanan pembelajaran dalam jaringan," terangnya.
Ojat menerangkan tantangan UT ke depan dalam inovasi pendidikan jarak jauh adalah mengembangkan kapasitas SDM yang berkelanjutan dengan integrasi antara teknologi dalam pedagogi. Selain itu, UT juga ingin mencetak karakter yang berdaya saing melalui proses belajar yang menitikberatkan pada teknologi tepat guna.
"Proses pembelajaran harus melahirkan kualitas lulusan dengan enam karakter utama yakni kritis, mandiri, kreatif, gotong royong, kebhinekaan global dan berakhlak mulia," imbuhnya.
Mantan Menristekdikti era 2014-2019, M Nasir juga berharap UT bisa memberikan edukasi perguruan tinggi lain dalam penerapan PJJ. Sebab, katanya, di saat perguruan tinggi lain saat ini masih gagap menerapkan PJJ UT sudah memiliki platform learning management system (LMS) untuk PJJ. (Baca juga: Tingkat Kehadiran Peserta UTBK Tahap Satu Capai 93,01%)
Dengan LMS yang baik, lanjut Staf Khusus Wapres RI, maka bisa memberikan interaksi penuh antara sesama mahasiswa dan dosen dalam perkuliahan secara synchronous(langsung) dan asynchronous (komunikasi terjadwal). "Saaat ini UT sudah mampu beradaptasi di perguruan tinggi kelas dunia. Saya berpesan UT apat mengedukasi perguruan tinggi lain untuk mengembangkan PJJ," jelasnya.
Ojat menerangkan tantangan UT ke depan dalam inovasi pendidikan jarak jauh adalah mengembangkan kapasitas SDM yang berkelanjutan dengan integrasi antara teknologi dalam pedagogi. Selain itu, UT juga ingin mencetak karakter yang berdaya saing melalui proses belajar yang menitikberatkan pada teknologi tepat guna.
"Proses pembelajaran harus melahirkan kualitas lulusan dengan enam karakter utama yakni kritis, mandiri, kreatif, gotong royong, kebhinekaan global dan berakhlak mulia," imbuhnya.
Mantan Menristekdikti era 2014-2019, M Nasir juga berharap UT bisa memberikan edukasi perguruan tinggi lain dalam penerapan PJJ. Sebab, katanya, di saat perguruan tinggi lain saat ini masih gagap menerapkan PJJ UT sudah memiliki platform learning management system (LMS) untuk PJJ. (Baca juga: Tingkat Kehadiran Peserta UTBK Tahap Satu Capai 93,01%)
Dengan LMS yang baik, lanjut Staf Khusus Wapres RI, maka bisa memberikan interaksi penuh antara sesama mahasiswa dan dosen dalam perkuliahan secara synchronous(langsung) dan asynchronous (komunikasi terjadwal). "Saaat ini UT sudah mampu beradaptasi di perguruan tinggi kelas dunia. Saya berpesan UT apat mengedukasi perguruan tinggi lain untuk mengembangkan PJJ," jelasnya.
(kri)
Lihat Juga :