Tahan Rasa Sakit Akibat Kecelakaan, Peserta UTBK di Unej Ini Berjuang Jalani Tes
Jum'at, 12 Mei 2023 - 06:30 WIB
Robit pun kaget dan berusaha mengerem motornya sedemikian rupa. Sayangnya karena jarak yang terlalu dekat maka tabrakan pun tak terhindari. Robit pun terjatuh sementara si pengendara motor itu kabur.
“Selanjutnya gelap, saya nggak sadar. Saya baru sadar keesokan harinya sudah terbaring di rumah. Kaki dan tangan saya luka, untuk sepeda motor rusak parah. Alhamdulillah saya tak mengalami gegar otak atau luka patah tulang,” terangnya.
Melihat kondisinya, ibundanya, Risna Ekawati meminta warga Kecamatan Ambulu, Jember itu untuk membatalkan saja keikutsertaanya di Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) SNBT tahun ini.
Namun lulusan SMA Nurul Islam Antirogo Jember ini bersikeras akan ujian. Menurutnya, rasa sakit masih bisa ditahan daripada harus menganggur satu tahun ke depan.
Tekad anak pertama dari dua bersaudara ini lantas didukung sang ayah, M. Ishaq. Untuk penyembuhan lukanya, Robit dibantu sang bibi yang kebetulan seorang perawat sambil terus berkonsultasi dengan dokter.
Untuk menuju Jember dari rumahnya di Kecamatan Ambulu, Robit diantar sang paman. Dua hari sebelum hari H UTBK SNBT 2023, Robit memilih kos di seputaran kampus agar tidak terlambat ke Kampus Tegalboto.
“Saya pilih ikut UTBK SNBT saja, toh saya masih kuat menahan sakit. Pilihan saya masuk ke Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum di pilihan pertama dan Program Studi Teknik Industri Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian. Kesemuanya di Universitas Jember, semoga perjuangan ini berbuah manis,” katanya.
“Selanjutnya gelap, saya nggak sadar. Saya baru sadar keesokan harinya sudah terbaring di rumah. Kaki dan tangan saya luka, untuk sepeda motor rusak parah. Alhamdulillah saya tak mengalami gegar otak atau luka patah tulang,” terangnya.
Melihat kondisinya, ibundanya, Risna Ekawati meminta warga Kecamatan Ambulu, Jember itu untuk membatalkan saja keikutsertaanya di Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) SNBT tahun ini.
Namun lulusan SMA Nurul Islam Antirogo Jember ini bersikeras akan ujian. Menurutnya, rasa sakit masih bisa ditahan daripada harus menganggur satu tahun ke depan.
Tekad anak pertama dari dua bersaudara ini lantas didukung sang ayah, M. Ishaq. Untuk penyembuhan lukanya, Robit dibantu sang bibi yang kebetulan seorang perawat sambil terus berkonsultasi dengan dokter.
Untuk menuju Jember dari rumahnya di Kecamatan Ambulu, Robit diantar sang paman. Dua hari sebelum hari H UTBK SNBT 2023, Robit memilih kos di seputaran kampus agar tidak terlambat ke Kampus Tegalboto.
“Saya pilih ikut UTBK SNBT saja, toh saya masih kuat menahan sakit. Pilihan saya masuk ke Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum di pilihan pertama dan Program Studi Teknik Industri Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian. Kesemuanya di Universitas Jember, semoga perjuangan ini berbuah manis,” katanya.
Lihat Juga :