Pembukaan WISH School Bali, Pertahankan Nilai Kearifan Lokal dan Ajak Siswa Berfikir Global
Sabtu, 27 Mei 2023 - 23:13 WIB
Direktur WISH School, Putu Ayu Sutaningrat Puspa Dewi, S.Pd.,Msc., menyebutkan, WISH School memiliki 6 program, Yakni daycare for babies untuk usia 8 bulan-2 tahun, daycare for kids untuk usia 2-6 tahun, program nursery usia 2-3 tahun.
Baca juga: 5 Siswa MAN 2 Kota Makassar Lolos Ajang Matematika Internasional di Korea Selatan
Selain itu, sekolah juga menyediakan program preschool usia 3-4 tahun, program Kindy A usia 4-5 tahun, dan program Kindy B usia 5-6 tahun. Jenis layananya, yaitu half day morning, half day afternoon, dan full day.
Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali, Dr. Drs. Anak Agung Gede Oka Wisnumurti, M.Si., mengatakan, membangun bangsa harus dimulai dari membangun manusianya.
"Membangun manusia harus dimulai dengan membangun karakter. Membangun karakter harus dimulai dengan pendidikan. Dalam hal pendidikan tidak cukup hanya melalui pendidikan perguruan tinggi," terangnya.
Menurutnya, pendidikan adalah jangka panjang (long life education). Oleh karena itu, pendidikan harus dimulai dari bayi dalam kandungan. Kemudian, ketika lahir mereka harus mendapat sentuhan-sentuhan pendidikan melalui pendidikan usia dini, taman kanak-kanak, SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi.
Baca juga: 5 Siswa MAN 2 Kota Makassar Lolos Ajang Matematika Internasional di Korea Selatan
Selain itu, sekolah juga menyediakan program preschool usia 3-4 tahun, program Kindy A usia 4-5 tahun, dan program Kindy B usia 5-6 tahun. Jenis layananya, yaitu half day morning, half day afternoon, dan full day.
Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali, Dr. Drs. Anak Agung Gede Oka Wisnumurti, M.Si., mengatakan, membangun bangsa harus dimulai dari membangun manusianya.
"Membangun manusia harus dimulai dengan membangun karakter. Membangun karakter harus dimulai dengan pendidikan. Dalam hal pendidikan tidak cukup hanya melalui pendidikan perguruan tinggi," terangnya.
Menurutnya, pendidikan adalah jangka panjang (long life education). Oleh karena itu, pendidikan harus dimulai dari bayi dalam kandungan. Kemudian, ketika lahir mereka harus mendapat sentuhan-sentuhan pendidikan melalui pendidikan usia dini, taman kanak-kanak, SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi.
Lihat Juga :