Hari Lingkungan Hidup, Komunitas Ini Edukasi Masyarakat Bahaya Polusi Plastik
Selasa, 27 Juni 2023 - 22:10 WIB
“Kita mulai dari kampanye dulu, bukan anti plastik, tapi kelola sampah plastik. 30 papan promosi atau banner kita siapkan dan pasangkan di 30 titik, tersebar di berbagai tempat umum di Trenggalek," terangnya.
Baca juga: Kampus dengan Jurusan Sosiologi Terbaik di Indonesia Versi THE Impact 2023
"Kali ini kami fokuskan pada kawasan atau daerah-daerah sungai. Kebiasaan membuang sampah di sungai menjadi cikal bakal banyaknya sampah plastik di sungai. Dan sungai adalah sumber penghidupan kita semua," jelasnya.
Kawasan yang dijadikan fokus utama di antaranya jembatan sungai Ngasinan, Pasar Subuh Trenggalek, Sungai Dawung, Sungai Munjungan, sungai di wilayah Kecamatan Gandusari, Kampak, Watulimo, dan sungai-sungai lain yang berpotensi menjadi tempat membuang sampah sembarangan.
"Matahati menitikberatkan pada kawasan sungai karena sungai memberikan air bersih untuk hidup manusia. Jika sungai tidak terawat, maka berbagai bencana pun akan hadir di Trenggalek," tuturnya.
Huda menambahkan, kegiatan ini bertujuan mendukung pelaksanaan program pencegahan kerusakan alam dan lingkungan terutama dari sampah plastik. Plastik tidak akan terurai hingga ratusan tahun. Sampah plastik yang terus menerus bertambah akan merusak keseimbangan alam dan ekosistem yang ada.
Baca juga: Kampus dengan Jurusan Sosiologi Terbaik di Indonesia Versi THE Impact 2023
"Kali ini kami fokuskan pada kawasan atau daerah-daerah sungai. Kebiasaan membuang sampah di sungai menjadi cikal bakal banyaknya sampah plastik di sungai. Dan sungai adalah sumber penghidupan kita semua," jelasnya.
Kawasan yang dijadikan fokus utama di antaranya jembatan sungai Ngasinan, Pasar Subuh Trenggalek, Sungai Dawung, Sungai Munjungan, sungai di wilayah Kecamatan Gandusari, Kampak, Watulimo, dan sungai-sungai lain yang berpotensi menjadi tempat membuang sampah sembarangan.
"Matahati menitikberatkan pada kawasan sungai karena sungai memberikan air bersih untuk hidup manusia. Jika sungai tidak terawat, maka berbagai bencana pun akan hadir di Trenggalek," tuturnya.
Huda menambahkan, kegiatan ini bertujuan mendukung pelaksanaan program pencegahan kerusakan alam dan lingkungan terutama dari sampah plastik. Plastik tidak akan terurai hingga ratusan tahun. Sampah plastik yang terus menerus bertambah akan merusak keseimbangan alam dan ekosistem yang ada.
Lihat Juga :