Tanpa Muhammadiyah, NU, dan PGRI, POP Diprediksi Tidak Akan Optimal
Selasa, 28 Juli 2020 - 08:14 WIB
Tanpa bermaksud mengabaikan sumbangsih ormas lain yang lolos dalam POP, menurutnya, Muhammadiyah, NU, dan PGRI mempunyai keunggulan dari sisi kekuatan infrastruktur, sumber daya manusia, dan jaringan di seluruh Indonesia.
Dia menduga mundurnya tiga organisasi besar dunia pendidikan itu karena alasannya yang bersifat sangat prinsipil. POP, katanya, merupakan program yang cukup bagus. Namun, implementasinya harus mengedepankan transparansi, integritas, dan kredibilitas.
Putri dari Politisi Senior Partai Golkar Fahmi Idris itu mendorong Kemendikbud untuk berdialog dengan Muhammadiyah, NU, dan PGRI. Perlu diingat, kemajuan pendidikan Indonesia tidak lepas dari peran organisasi-organisasi itu. (Baca juga: Tragis! Hilang 4 Tahun Lalu, Indonesia Baru Ribut Cari Harta Karun)
“Mereka sudah puluhan tahun berkiprah dan teruji mencerdaskan kehidupan bangsa ini. Mereka kayak pengalaman, SDM yang mumpuni, jaringan hingga pelosok negeri,” pungkasnya.
Dia menduga mundurnya tiga organisasi besar dunia pendidikan itu karena alasannya yang bersifat sangat prinsipil. POP, katanya, merupakan program yang cukup bagus. Namun, implementasinya harus mengedepankan transparansi, integritas, dan kredibilitas.
Putri dari Politisi Senior Partai Golkar Fahmi Idris itu mendorong Kemendikbud untuk berdialog dengan Muhammadiyah, NU, dan PGRI. Perlu diingat, kemajuan pendidikan Indonesia tidak lepas dari peran organisasi-organisasi itu. (Baca juga: Tragis! Hilang 4 Tahun Lalu, Indonesia Baru Ribut Cari Harta Karun)
“Mereka sudah puluhan tahun berkiprah dan teruji mencerdaskan kehidupan bangsa ini. Mereka kayak pengalaman, SDM yang mumpuni, jaringan hingga pelosok negeri,” pungkasnya.
(kri)
Lihat Juga :