Kenang Sapardi Djoko Damono, 26 Profesor dan Akademisi UI Baca Puisi

Rabu, 29 Juli 2020 - 17:44 WIB
“Beliau memiliki tempat tersendiri di hati kami, beliau adalah seorang pujangga yang tidak hanya ada di hati generasi seperti kami, melainkan pula turut mengisi para generasi muda saat ini. Semoga persembahan Virtual Poetry Reading ini dapat menyampaikan rasa kasih kami yang sangat mendalam. Teriring doa semoga beliau bahagia dalam perjalanannya menuju surga,” ujar Prof. Riri Fitri Sari, Guru Besar FTUI, selaku penggagas kegiatan ini melalui siaran pers, Rabu (29/7).

Dalam pembukaan pidatonya, Sri Mulyani menuturkan, “Seorang pujangga penyair telah meninggalkan kita semua, terasa melengkapi duka dunia yang telah ditatar oleh COVID-19. Namun sajak dan puisinya yang indah senantiasa bersama kita dan abadi. Seorang yang mampu melahirkan kata dari rasa, kata-kata dari mata, telinga, suasana, kata-kata dari kala dan waktu yang tiada teraba.” terangnya. (Baca juga: Menristek Percepat Pengembangan Digital Pemanfaatan TIK )

Pada kesempatan itu, Sri Mulyani juga membacakan sebuah puisi karya SDD yang sangat ia sukai, berjudul “Terbangnya Burung”. Sri Mulyani menuturkan, “Puisi ini sangat mengena di hati saya. Seolah-olah Pak Sapardi ingin menyampaikan tentang pengabdian, keikhlasan, dan ketulusan. Di saat situasi COVID-19 saat ini, ketiga hal itu terasa sangat penting.”

Melalui Virtual Poetry Reading ini, para sivitas akademika UI secara bergantian membaca puisi karya Prof.Sapardi via zoom. Ke-26 pembaca puisi lainnya adalah Prof. Ari Kuncoro; Prof. Riri Fitri Sari membacakan puisi Dalam Doaku; Prof. Agus Purwadianto membacakan puisi Sehabis Mengantar Jenazah; Prof. Multamia Lauder (Puisi Berjalan ke Barat Waktu Pagi Hari).

Selanjutnya Prof. Riris Sarumpaet (Puisi Pada Suatu Hari Nanti); Prof. Saptawati Bardosono (Puisi Dalam Diriku); Prof. Prijono Tjiptoherijanto (Puisi Akuarium Bulan Juli); Prof. N. Jenny Malik (Puisi Sajak Tafsir); Prof. Raldi Artono Koestoer (Puisi Ajaran Hidup); Riri Satria (Puisi The Day Will Come); Prof. Harkristuti Harkrisnowo (Puisi Ziarah); Prof. Liche Seniati (Puisi Akulah Si Telaga). (Baca juga: Kenang Puisi Sapardi Djoko Damono, Sri Mulyani: Jadi Pejabat Harus Selesai dengan Dirinya Sendiri )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!