Hebat, 8 Pelajar Indonesia Borong 13 Medali di Olimpiade Ilmu Kebumian Dunia
Jum'at, 01 September 2023 - 09:14 WIB
Naufal Hafidz Sayyidina Hawari, perwakilan dari SMA 1 Glagah asal Jawa Timur mengatakan, IESO telah memberikan pelajaran berharga bagi mereka tentang pentingnya mengintegrasikan berbagai sudut pandang guna merespon persoalan yang kompleks. Lebih istimewanya, IESO merupakan kompetisi ilmiah yang unik karena mewadahi bentuk kompetisi berkelompok.
“Kami bersyukur dan juga belajar tentang penting kolaborasi dalam sebuah tim. Dalam prosesnya, kami tidak hanya memperdalam kemampuan bekerja sama, tetapi juga mengasah ketangguhan dalam menghadapi berbagai hambatan yang mungkin timbul di dalam kelompok kami,” ucapnya, dikutip dari laman Puspresnas, Jumat (1/9/2023).
IESO merupakan ajang kompetisi pelajar pra-perguruan tinggi untuk bidang ilmu kebumian yang meliputi pengetahuan terkait geosfer (geologi dan geofisika), hidrosfer (hidrologi dan oseanografi), atmosfer (meteorologi dan klimatologi) dan astronomi (sains keplanetan).
“Kami bersyukur dan juga belajar tentang penting kolaborasi dalam sebuah tim. Dalam prosesnya, kami tidak hanya memperdalam kemampuan bekerja sama, tetapi juga mengasah ketangguhan dalam menghadapi berbagai hambatan yang mungkin timbul di dalam kelompok kami,” ucapnya, dikutip dari laman Puspresnas, Jumat (1/9/2023).
IESO merupakan ajang kompetisi pelajar pra-perguruan tinggi untuk bidang ilmu kebumian yang meliputi pengetahuan terkait geosfer (geologi dan geofisika), hidrosfer (hidrologi dan oseanografi), atmosfer (meteorologi dan klimatologi) dan astronomi (sains keplanetan).
(nnz)
Lihat Juga :