Santri Diminta Bersiap Hadapi Tantangan Transformasi Digital
Senin, 25 September 2023 - 09:10 WIB
"Pesantren mahasiswa Al-Hikam hadir sebagai salah satu upaya untuk menjawab pertanyaan tersebut. Mengingat, tujuan utama didirikannya pesantren yaitu untuk menjembatani mahasiswa yang belajar ilmu-ilmu umum agar tetap bisa belajar agama di tengah kota," terang Gus Yus.
Sementara, Direktur Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia, Athor Subroto dalam orasinya mengambil tema "Santri Berkontribusi di Kancah Internasional: Menjaga Tradisi, Mengembangkan Inovasi".
Baca juga: 10 Prospek Kerja Menjanjikan Lulusan Bahasa dan Sastra Inggris, Ada yang Digaji Ratusan Juta
Athor Subroto mengatakan, disrupsi teknologi dan mega disrupsi pandemi menjadi tantangan dunia internasional kini.
“Adanya efek Geopolitik, Geoekonomi, dan Geostrategi yang membuat kehidupan kadang tidak seimbang. Belum lagi pemanasan global dan perubahan iklim yang hingga saat ini menjadi perhatian utama masyarakat dunia," kata Athor.
Athor bilang, tanpa mengenal tradisi yang baik maka transformasi ini bisa menjadi sesuatu yang membahayakan. Ia menambahkan, pintar secara akademik saja tidak cukup mendapatkan kesiapan dalam hal perubahan transformasi digital yang sangat cepat. Akan tetapi, dengan adanya penguatan ilmu agama yang didapatkan di pesantren menjadi pondasi baik untuk menyambut segala bentuk perubahan.
Sementara, Direktur Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia, Athor Subroto dalam orasinya mengambil tema "Santri Berkontribusi di Kancah Internasional: Menjaga Tradisi, Mengembangkan Inovasi".
Baca juga: 10 Prospek Kerja Menjanjikan Lulusan Bahasa dan Sastra Inggris, Ada yang Digaji Ratusan Juta
Athor Subroto mengatakan, disrupsi teknologi dan mega disrupsi pandemi menjadi tantangan dunia internasional kini.
“Adanya efek Geopolitik, Geoekonomi, dan Geostrategi yang membuat kehidupan kadang tidak seimbang. Belum lagi pemanasan global dan perubahan iklim yang hingga saat ini menjadi perhatian utama masyarakat dunia," kata Athor.
Athor bilang, tanpa mengenal tradisi yang baik maka transformasi ini bisa menjadi sesuatu yang membahayakan. Ia menambahkan, pintar secara akademik saja tidak cukup mendapatkan kesiapan dalam hal perubahan transformasi digital yang sangat cepat. Akan tetapi, dengan adanya penguatan ilmu agama yang didapatkan di pesantren menjadi pondasi baik untuk menyambut segala bentuk perubahan.
Lihat Juga :