Buka Kembali Sekolah Dinilai Bisa Kurangi Kekerasan Anak

Selasa, 04 Agustus 2020 - 14:42 WIB
“Saya rasa perlu dibuka sekolah, pesantren-pesantren, paling tidak dalam seminggu ada jadwal masuk sekolah 2-3 hari. Tetapi pemerintah harus memberikan atensi lebih kuat agar tatap muka diatur, pembelajaran tidak berkerumun dan sebagainya,” terangnya. (Baca juga: Tanpa Kontak Fisik, Perundungan Tetap Bisa Terjadi )

Ia yakin dengan pembukaan sekolah akan berdampak untuk menekan kasus kekerasan terhadap anak, termasuk juga perempuan. Sebab, dari beberapa informasi atau masukan dari orang tua yang sudah mulai jenuh atau capek karena anak-anaknya di rumah sehingga tidak kondusif.

“Kalau tidak dibuka secara bertahap, saya rasa angka kekerasan, perundungan akan semakin meningkat. Sekolah itu kan bukan hanya sekedar transfer knowledge atau transfer ilmu, tetapi ada aspek psikologi, sosiologi, bagaimana anak berinteraksi,” tukasnya.
(mpw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!