Competitive Fund Vokasi Siapkan Lulusan dengan Kompetensi Global
Rabu, 25 Oktober 2023 - 10:35 WIB
“Kenapa harus memiliki kompetensi level global? Karena lulusan kita akan berada pada situasi di mana tidak ada lagi batas negara secara tegas. Mereka akan bekerja pada situasi kerja yang kompleks sehingga sekalipun mereka bekerja di wilayah pada lingkup lokal maupun nasional, boleh jadi mereka harus berhubungan atau berinteraksi dengan masyarakat global oleh sebab itu tuntutannya tetap pada level global,” kata Kiki, melalui siaran pers, Rabu (25/10/2023).
Lebih lanjut, Kiki menyebutkan sejumlah intervensi yang sudah diberikan oleh Kemendikburistek dalam rangka menyiapkan lulusan dengan kompetensi global adalah melalui serangkaian program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang ditujukan sebagai intervensi untuk para mahasiswa. Selain itu, Kemendikbudristek juga meluncurkan Dana Padanan (Matching Fund) sebagai program untuk intervensi terhadap pada dosen.
Ketiga adalah Competitive Fund Vokasi sebagai bentuk intervensi terhadap program studi dan atau perguruan tingginya dan kelembagaannya. Kedua program ini (Matching Fund dan Competitive Fund) merupakan bagian dari Merdeka Belajar episode ke-11: Kampus Merdeka Vokasi.
“Dua hal yang penting dalam program transformasi pendidikan vokasi adalah manusianya, yakni para mahasiswanya dan para dosen-dosennya. Lalu kemudian, para mahasiswa dan dosen yang hebat ini akan sulit untuk berkembang jika perguruan tingginya tidak transformatif,” kata Dirjen Kiki menambahkan.
Baca juga: Koleksi Busana Pendidikan Vokasi Tampil di JMFW 2024, Nadiem: Siap Rambah Pasar Global
Oleh karena itu, Kiki berharap agar perguruan tinggi vokasi dan program studinya dapat memanfaatkan program Competitive Fund Vokasi untuk melakukan transformasi yang fundamental. Melalui Competitive Fund, perguruan tinggi diharapkan dapat melahirkan gagasan-gagasan kreatif untuk membentuk SDM unggul untuk bangsa Indonesia.
“Saya berharap perguruan tinggi yang telah memperoleh hibah Competitive Fund dapat menjadi lighthouse atau mercusuar bagi perguruan tinggi lainnya untuk bersama-sama mencapai tujuan, membentuk SDM yang kompeten pada level global,” tambahnya.
Lebih lanjut, Kiki menyebutkan sejumlah intervensi yang sudah diberikan oleh Kemendikburistek dalam rangka menyiapkan lulusan dengan kompetensi global adalah melalui serangkaian program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang ditujukan sebagai intervensi untuk para mahasiswa. Selain itu, Kemendikbudristek juga meluncurkan Dana Padanan (Matching Fund) sebagai program untuk intervensi terhadap pada dosen.
Ketiga adalah Competitive Fund Vokasi sebagai bentuk intervensi terhadap program studi dan atau perguruan tingginya dan kelembagaannya. Kedua program ini (Matching Fund dan Competitive Fund) merupakan bagian dari Merdeka Belajar episode ke-11: Kampus Merdeka Vokasi.
“Dua hal yang penting dalam program transformasi pendidikan vokasi adalah manusianya, yakni para mahasiswanya dan para dosen-dosennya. Lalu kemudian, para mahasiswa dan dosen yang hebat ini akan sulit untuk berkembang jika perguruan tingginya tidak transformatif,” kata Dirjen Kiki menambahkan.
Baca juga: Koleksi Busana Pendidikan Vokasi Tampil di JMFW 2024, Nadiem: Siap Rambah Pasar Global
Oleh karena itu, Kiki berharap agar perguruan tinggi vokasi dan program studinya dapat memanfaatkan program Competitive Fund Vokasi untuk melakukan transformasi yang fundamental. Melalui Competitive Fund, perguruan tinggi diharapkan dapat melahirkan gagasan-gagasan kreatif untuk membentuk SDM unggul untuk bangsa Indonesia.
“Saya berharap perguruan tinggi yang telah memperoleh hibah Competitive Fund dapat menjadi lighthouse atau mercusuar bagi perguruan tinggi lainnya untuk bersama-sama mencapai tujuan, membentuk SDM yang kompeten pada level global,” tambahnya.
Lihat Juga :