UM-PTKIN Ikhtiar Membangun SDM Unggul dan Berkualitas
Rabu, 05 Agustus 2020 - 22:26 WIB
Wamenag Zainut Tauhid Saadi saat melakukan Monitoring dan Evaluasi UM-PTKIN di Gedung Lecture Hall Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD) UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Rabu (5/8/2020). Foto/Humas UIN Bandung
JAKARTA - Dalam upaya membangun Sumber Daya Manusia (SDM) unggul dan berkualitas, Kementerian Agama Republik Indonesia menggelar Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) dengan menggunakan Sistem Seleksi Elektronik (SSE) secara daring dari tanggal 3-6 Agustus 2020.
Wakil Menteri Agama (Wamenag) RI Zainut Tauhid Sa'adi mengatakan, seleksi UM-PTKIN daring ini sebagai ikhtiar bersama di lingkungan Kemenag dalam rangka membangun SDM unggul dan berkualitas. Meskipun dilakukan di tengah pandemi dan menggunakan sistem daring, peserta yang mengikuti seleksi meningkat tajam dibandingkan dengan tahun lalu dengan tren pendaftaran 103.444 pada tahun 2018, 122.981 tahun 2019, dan 135.444 untuk tahun 2020.
"Jumlahnya meningkat tajam, artinya PTKIN sudah mendapatkan hati di tengah masyarakat. Ujian ini dilakukan agar PTKIN bisa mendapatkan calon mahasiswa baru sesuai dengan pengetahuan akademiknya," tegasnya saat melakukan Monitoring dan Evaluasi UM-PTKIN yang berlangsung di Gedung Lecture Hall Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD) UIN Sunan Gunung Djati Bandung , Rabu (5/08/2020).
Menurutnya, pelaksanaan UM-PTKIN secara daring ini dapat menjadi role model untuk pelaksanaan ujian yang lebih efisien di tengah pandemi Covid-19. "Ini sebuah inovasi yang bisa dilakukan role model karena efektivitas dan efisiensi, dan teknologi yang memudahkan. Dan ini pertama, perguruan tinggi lain belum melaksanakan," katanya.(Baca juga: Seragamkan Kuliah Daring, FDK UIN Bandung Gunakan Media E-Knows ).
Wakil Menteri Agama (Wamenag) RI Zainut Tauhid Sa'adi mengatakan, seleksi UM-PTKIN daring ini sebagai ikhtiar bersama di lingkungan Kemenag dalam rangka membangun SDM unggul dan berkualitas. Meskipun dilakukan di tengah pandemi dan menggunakan sistem daring, peserta yang mengikuti seleksi meningkat tajam dibandingkan dengan tahun lalu dengan tren pendaftaran 103.444 pada tahun 2018, 122.981 tahun 2019, dan 135.444 untuk tahun 2020.
"Jumlahnya meningkat tajam, artinya PTKIN sudah mendapatkan hati di tengah masyarakat. Ujian ini dilakukan agar PTKIN bisa mendapatkan calon mahasiswa baru sesuai dengan pengetahuan akademiknya," tegasnya saat melakukan Monitoring dan Evaluasi UM-PTKIN yang berlangsung di Gedung Lecture Hall Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD) UIN Sunan Gunung Djati Bandung , Rabu (5/08/2020).
Menurutnya, pelaksanaan UM-PTKIN secara daring ini dapat menjadi role model untuk pelaksanaan ujian yang lebih efisien di tengah pandemi Covid-19. "Ini sebuah inovasi yang bisa dilakukan role model karena efektivitas dan efisiensi, dan teknologi yang memudahkan. Dan ini pertama, perguruan tinggi lain belum melaksanakan," katanya.(Baca juga: Seragamkan Kuliah Daring, FDK UIN Bandung Gunakan Media E-Knows ).
Lihat Juga :