Survei Dosen S2 Fisipol UGM, Internet Jadi Kendala Utama PJJ di DIY
Kamis, 06 Agustus 2020 - 11:21 WIB
“Para siswa juga mengeluhkan keterbatasan biaya untuk mengakses internet,” paparnya. (Baca juga: Pemerintah Kembali Diingatkan Harus Hati-hati Buka Sekolah di Zona Kuning )
Persoalan lainnya yakni keterbatasan waktu orang tua dalam mendampingi anak saat mengikuti pembelajaran jarak jauh serta keterbatasan keterampilan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi juga banyak dialami para guru. Sebab tidak semua guru familiar dengan teknologi yang digunakan saat pembelajaran daring.
“Masih ada kesenjangan antara desain kebijakan dan operasional penyelenggaraan pembelajaran jarak jauh di level pendidikan dasar menengah juga menjadi permasalahan. Guna menjembatani kesenjangan tersebut maka perlu memperkuat kreativitas guru agar pembelajaran jarak jauh lebih menarik dan memotivasi siswa untuk belajar,” jelasnya.
Namun Subarsono juga merekomendasikan saat pandemic COVID-19 berakhir pembelajaran jarak jauh untuk terus dilaksanakan dan melakukan inovasi pembelajaran agar dapat mengurangi beban siswa.
“Kebijakan pendidikan pembelajaran jarak jauh antara online dan offline sebagai alternatif masa new normal. Sementara itu pembelajaran tatap muka dapat dimulai ketika lingkungan sekolah dinyatakan aman dan ada kesepakatan dengan para pemangku kepentingan,” tambahnya.
Persoalan lainnya yakni keterbatasan waktu orang tua dalam mendampingi anak saat mengikuti pembelajaran jarak jauh serta keterbatasan keterampilan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi juga banyak dialami para guru. Sebab tidak semua guru familiar dengan teknologi yang digunakan saat pembelajaran daring.
“Masih ada kesenjangan antara desain kebijakan dan operasional penyelenggaraan pembelajaran jarak jauh di level pendidikan dasar menengah juga menjadi permasalahan. Guna menjembatani kesenjangan tersebut maka perlu memperkuat kreativitas guru agar pembelajaran jarak jauh lebih menarik dan memotivasi siswa untuk belajar,” jelasnya.
Namun Subarsono juga merekomendasikan saat pandemic COVID-19 berakhir pembelajaran jarak jauh untuk terus dilaksanakan dan melakukan inovasi pembelajaran agar dapat mengurangi beban siswa.
“Kebijakan pendidikan pembelajaran jarak jauh antara online dan offline sebagai alternatif masa new normal. Sementara itu pembelajaran tatap muka dapat dimulai ketika lingkungan sekolah dinyatakan aman dan ada kesepakatan dengan para pemangku kepentingan,” tambahnya.
(mpw)
Lihat Juga :