Kisah Abrar, Putra Daerah Aceh Lulusan Terbaik di FTTM ITB dengan IPK 3,98

Minggu, 12 November 2023 - 09:11 WIB


“Cukup lelah sebenarnya sewaktu menjadi Sultan, setiap hari harus memikirkan UKA dan memikirkan bagaimana caranya bisa menyeimbangkan antara akademik dan organisasi, tapi karena aku sudah jatuh cinta dengan UKA, semuanya jadi terasa menyenangkan saja biarpun banyak tantangan dan masalah sekalipun,” katanya, dikutip dari laman ITB, Minggu (12/11/2023).

“Masa-masa itu merupakan masa paling bahagia di ITB buatku. Rasanya seperti punya rumah, yang awalnya hanya ingin challenge diri sendiri untuk mengetahui batasan, akhirnya mendapatkan tempat berpulang untuk jadi diri sendiri lagi,” ungkapnya.

Ingin Jadi Dosen di ITB



Disinggung mengenai cita-citanya, Abrar menjawab ingin menjadi dosen di ITB dan mengajar Pirometalurgi. Hal itu yang membuatnya lantas mengambil jalur percepatan atau fast track di ITB untuk berkuliah S1 dan S2 sekaligus dalam waktu 5 tahun.

Abrar berpesan untuk calon mahasiswa yang ingin mengikuti jejaknya di kampus terbaik ketiga di Indonesia versi QS AUR 2024 ini untuk terus rajin belajar dan dapat bersaing sejak pertama kali masuk ITB, karena menurutnya batasan-batasan dalam kehidupan itu munculnya dari diri sendiri.

“Setiap mahasiswa harus berusaha menjadi yang terbaik dengan versinya masing-masing dan jangan takut untuk mencoba hal-hal baru,” pesan Abrar.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!