Alumnus Unair Jadi Wisudawan Terbaik di Kampus Polandia, Raih IPK 5,00
Selasa, 21 November 2023 - 07:35 WIB
Ia menerapkan kultur berani berpendapat, berpikir kritis, dan skeptis terhadap permasalahan yang ia peroleh selama berkuliah di Unair. “Di Unair, aku dididik untuk jadi kritis dan aku berusaha untuk menerapkan itu di Polandia. Jika ada kelas, aku sering bertanya kepada dosen. Jadi, dosen juga senang,” ujarnya.
Berbeda dengan kultur belajar di Unair yang dididik kritis, Ary menjelaskan jika kultur belajar di Polandia cenderung cukup statis. Hal itu membuat mahasiswa di sana tidak terlalu berusaha untuk berani berbicara dan berkreasi.
Misalnya saja, saat dosen memberikan tugas esai, mereka cenderung terpaku terhadap pola yang dosen berikan. Berbeda dengan mahasiswa di Tanah Air, mereka akan berusaha untuk berkreasi dan tidak terlalu terpaku pada aturan tugas.
“Jadi, dosen-dosen di sini juga sangat suka baca tulisan mahasiswa Indonesia. Itulah kultur belajar yang aku dapatkan selama S1 dan aku terapkan di sini,” tuturnya.
Meneliti tentang Hukum Internasional
Mahasiswa International Politics and Diplomacy itu bercerita, selama proses pengerjaan tesis, dia sempat mengalami beberapa kendala. Mulanya, ia ingin membuat tesis mengenai sistem pertahanan di Indonesia terkait pengadaan alat-alat militer. Akan tetapi, setelah mempertimbangkan beberapa hal terutama ketersediaan data, Ary memutuskan beralih ke topik hukum internasional.
Lihat Juga :