Kisah Machrus, Kader Ansor yang Sukses Meraih Beasiswa LPDP S2 dan S3
Minggu, 21 Januari 2024 - 13:59 WIB
"Jadi dalam penantian itu, dulu ada namanya pengayaan bahasa selama 3 bulan di Yogyakarta. Baru masuk kuliah tahun 2018. Alhamdulillah, kuliahnya lancar, sempat menjadi lurah LPDP di UIN Malang. Kemudian, saya semakin tahu sistemikanya," jelasnya.
Kader Ansor kelahiran 15 Januari 1994 tersebut menjelaskan, saat dirinya mendapatkan amanah sebagai lurah, dirinya sering berkomunikasi dan bertemu dengan pihak Monev LPDP, alumni, dan awardee lainnya.
"Saat jadi lurah saya juga mengambil jatah konferensi di Hongkong. Alhamdulillah, lulus dengan predikat Cumlaude. Itu di masa Covid-19," ungkapnya.
Usai merampungkan kuliah, dia yang juga kader Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Singosari itu mengabdikan diri membantu kelompok tani untuk branding, akreditasi, dan lainnya di Wonosantri.
Baca juga: Catat sebelum Daftar! Ini Aturan Batas Usia Pendaftar Beasiswa LPDP 2024 Tiap Program
"Saya tidak nunggu mengabdi sebagai dosen atau guru. Tapi saya bantu kelompok tani. Itu yang saya anggap sebagai tips and trik menuju pendaftaran beasiswa LPDP S3. Ada dua kunci yang harus dipahami yaitu kontribusi dan pengabdian. Karena LPDP tidak ada kuota, tapi tinggal kita layak atau tidak mendapatkan beasiswa," ujarnya.
Co-Founder Petani Millenial Kopi Le Mar (Lembah Arjuno) tersebut juga menjelaskan kontribusi yang dimaksud contohnya yakni setelah lulus S2 harapannya lanjut studi S3, kemudian mengabdi menjadi dosen.
Kader Ansor kelahiran 15 Januari 1994 tersebut menjelaskan, saat dirinya mendapatkan amanah sebagai lurah, dirinya sering berkomunikasi dan bertemu dengan pihak Monev LPDP, alumni, dan awardee lainnya.
"Saat jadi lurah saya juga mengambil jatah konferensi di Hongkong. Alhamdulillah, lulus dengan predikat Cumlaude. Itu di masa Covid-19," ungkapnya.
Usai merampungkan kuliah, dia yang juga kader Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Singosari itu mengabdikan diri membantu kelompok tani untuk branding, akreditasi, dan lainnya di Wonosantri.
Baca juga: Catat sebelum Daftar! Ini Aturan Batas Usia Pendaftar Beasiswa LPDP 2024 Tiap Program
"Saya tidak nunggu mengabdi sebagai dosen atau guru. Tapi saya bantu kelompok tani. Itu yang saya anggap sebagai tips and trik menuju pendaftaran beasiswa LPDP S3. Ada dua kunci yang harus dipahami yaitu kontribusi dan pengabdian. Karena LPDP tidak ada kuota, tapi tinggal kita layak atau tidak mendapatkan beasiswa," ujarnya.
Co-Founder Petani Millenial Kopi Le Mar (Lembah Arjuno) tersebut juga menjelaskan kontribusi yang dimaksud contohnya yakni setelah lulus S2 harapannya lanjut studi S3, kemudian mengabdi menjadi dosen.
Lihat Juga :