Pemerintah Kaji Student Loan yang Tidak Membebani Mahasiswa
Rabu, 06 Maret 2024 - 17:15 WIB
Jika dibandingkan India yang berkisar USD3.000 dolar, biaya di Indonesia berkisar 75 persennya. Jika dibandingkan Malaysia baru seperempatnya karena biaya kuliah di sana sekitar USD7.000 dolar/mahasiswa.
Baca juga: Dilema UKT Berbasis Pinjol
Di Singapura mencapai USD25.000 dolar, sedangkan di Australia berkisar USD20.000 dolar, dan Amerika USD23.000 dolar.
Di negara Skandinavia, biaya pendidikan memang ditanggung negara, karena masyarakat membayar pajak penghasilan tinggi. Adapun di Indonesia, pembayaran pajak masih rendah.
“Pembiayaan pendidikan secara gotong royong, dilakukan di Indonesia dan juga negara-negara maju. Ada subsidi pemerintah dan dari mahasiswa,” ujar Nizam.
Nizam menyebut model pendanaan kuliah berkeadilan diterapkan bagi mahasiswa, sesuai kemampuan ekonomi keluarga. Bahkan untuk mahasiswa dari keluarga miskin/tidak mampu ada Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah yang anggarannya lebih dari Rp13 triliun.
“Namun, ada tantangan bagi kelompok masyarakat menengah. Untuk membiayai kuliah berat, tapi tidak eligble mendapat KIP Kuliah. Untuk itu, kita perlu mencari skema pendanaan yang baik, yang tidak membuat mahasiswa terjerat utang seumur hidup,” ujar Nizam.
Rektor Universitas Yarsi Fasli Jalal menambahkan, secara makro biaya untuk pendidikan tinggi masih rendah. Penghitungan real cost biaya di perguruan tinggi pun perlu dihitung per prodi per wilayah.
Baca juga: Dilema UKT Berbasis Pinjol
Di Singapura mencapai USD25.000 dolar, sedangkan di Australia berkisar USD20.000 dolar, dan Amerika USD23.000 dolar.
Di negara Skandinavia, biaya pendidikan memang ditanggung negara, karena masyarakat membayar pajak penghasilan tinggi. Adapun di Indonesia, pembayaran pajak masih rendah.
“Pembiayaan pendidikan secara gotong royong, dilakukan di Indonesia dan juga negara-negara maju. Ada subsidi pemerintah dan dari mahasiswa,” ujar Nizam.
Nizam menyebut model pendanaan kuliah berkeadilan diterapkan bagi mahasiswa, sesuai kemampuan ekonomi keluarga. Bahkan untuk mahasiswa dari keluarga miskin/tidak mampu ada Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah yang anggarannya lebih dari Rp13 triliun.
“Namun, ada tantangan bagi kelompok masyarakat menengah. Untuk membiayai kuliah berat, tapi tidak eligble mendapat KIP Kuliah. Untuk itu, kita perlu mencari skema pendanaan yang baik, yang tidak membuat mahasiswa terjerat utang seumur hidup,” ujar Nizam.
Rektor Universitas Yarsi Fasli Jalal menambahkan, secara makro biaya untuk pendidikan tinggi masih rendah. Penghitungan real cost biaya di perguruan tinggi pun perlu dihitung per prodi per wilayah.
Lihat Juga :