Kesejahteraan Murid Kunci Meraih Prestasi Akademis dan Masa Depan Siswa

Rabu, 03 April 2024 - 11:43 WIB
Urip Purwono, mengutip dari buletin Australian Wellbeing yang ditulis Dr Park & Dr Haene, mengutarakan kebahagiaan hanyalah salah satu bagian dari kesejahteraan yang memang berkontribusi pada kepuasan hidup, namun tidak cukup untuk membantu murid berkembang.

Dalam sesi tanya jawab, seorang perwakilan guru mengemukakan dewasa ini, dengan semakin besarnya perhatian yang diberikan pada pentingnya menjaga kesehatan mental di segala domain kehidupan termasuk di sekolah, guru kerap menghadapi dilema dalam menerapkan disiplin yang terkadang dianggap “keras” dan berpotensi mengganggu kesejahteraan murid.

Katherine Dix menanggapi dengan menggarisbawahi pentingnya bagi guru untuk menetapkan batasan yang jelas tentang apa saja tingkah laku murid yang dapat diterima dan tidak dapat diterima.

"Murid justru akan berkembang lebih baik ketika mereka mengetahui bahwa semua jenis tindakan memiliki konsekuensi, baik positif maupun negatif," katanya, melalui siaran pers, Rabu (3/4/2024).

Julie Murkins menambahkan sekolah perlu beralih dari sistem hukuman kepada konsep kesepakatan, konsekuensi, dan penghargaan dalam ruang kelas. Hal ini dinilai akan menciptakan ruang yang aman bagi murid untuk belajar dari kesalahannya serta dihargai ketika murid bersikap positif dan meraih pencapaian.

Lebih jauh, hal ini dapat membangun budaya sekolah yang positif yang berekspektasi pada meningkatnya perilaku baik, kesejahteraan, dan pembelajaran berkualitas.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!