Tantangan Sarjana Ekonomi Makin Berat, Ini Tips dari Ketua ISEI Surabaya
Sabtu, 04 Mei 2024 - 09:06 WIB
Dia juga menyinggung mengenai tantangan sarjana ekonomi di era Artificial Intelligence (AI). Menurutnya, AI ibarat pedang bermata dua. Kalau dimanfaatkan secara bagus bisa membantu. Namun di sisi lain kalau salah menggunakannya bisa berdampak negatif karena bisa memperalat manusia . "Artinya kita seperti dijajah mereka. Kita tidak bisa berpiki lagi," katanya.
Menurut Soni, AI merupakan inovasi yang tak bisa dihindari dan harus bisa beradaptasi dengan itu. "Kita harus bisa memanfaatkan itu. Bahkan di dunia kampus AI juga dimanfaatkan untuk penyusunan mata pelajaran atau kuliah. Termasuk penyusunan skripsi, thesis dan desertasi" urainya.
Dia mengingatkan, dengan kemudahan AI jangan terus membuat mahasiswa terlena. Dengan AI, tugas-tugas akan diselesaikan dengan mudah. "Kadang, tugas yang dikerjakan itu mahasiswa menjadi tidak mengerti karena yang mengerjakannya adalah AI," imbuhnya.
Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Akademik UWKS, Kristiningsih menyebut, AI sebenarnya sangat membantu. "Tergantung bagaimana seseorang memanfaatkannya, tergantung orangnya," katanya.
Dia kurang sependapat keberadaan Ai akan mengurangi bahkan mengganti peran profesi yang berhubungan dengan lulusan ekonomi seperti akuntn dan marketing. "Profesi-profesi itu tetap ada dan tak tergantikan. Justru AI bisa dipergunakan untuk memperkuat data," pungkasnya.
Menurut Soni, AI merupakan inovasi yang tak bisa dihindari dan harus bisa beradaptasi dengan itu. "Kita harus bisa memanfaatkan itu. Bahkan di dunia kampus AI juga dimanfaatkan untuk penyusunan mata pelajaran atau kuliah. Termasuk penyusunan skripsi, thesis dan desertasi" urainya.
Dia mengingatkan, dengan kemudahan AI jangan terus membuat mahasiswa terlena. Dengan AI, tugas-tugas akan diselesaikan dengan mudah. "Kadang, tugas yang dikerjakan itu mahasiswa menjadi tidak mengerti karena yang mengerjakannya adalah AI," imbuhnya.
Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Akademik UWKS, Kristiningsih menyebut, AI sebenarnya sangat membantu. "Tergantung bagaimana seseorang memanfaatkannya, tergantung orangnya," katanya.
Dia kurang sependapat keberadaan Ai akan mengurangi bahkan mengganti peran profesi yang berhubungan dengan lulusan ekonomi seperti akuntn dan marketing. "Profesi-profesi itu tetap ada dan tak tergantikan. Justru AI bisa dipergunakan untuk memperkuat data," pungkasnya.
(wyn)
Lihat Juga :