Dikritik karena Muatan Sensitif, Kemendikbud Tegaskan Buku Panduan Sastra Tak Wajib

Jum'at, 31 Mei 2024 - 19:46 WIB
"Karena ada kesalahan kata, misalnya yang paling parah ada sastrawan yang masih hidup tapi ditulis sudah meninggal misalnya. Kemudian ada juga yang kurang pas dalam cara buku panduan itu mereview, memberi komentar, memberi disclaimer pada buku-buku atau karya sastra yang diusulkan jadi tone-nya mungkin terlalu negatif,"katanya.

Namun dia menyayangkan adanya narasi yang hanya memotong bagian-bagian tertentu yang sensitif. Sehingga seolah-olah buku panduan itu mempromosikan bullying, mempromosikan kekerasan seksual padahal sebaliknya.

"Seringkali tema-tema sensitif itu dibahas justru untuk mengkritik, untuk mencegah untuk membicarakan bahwa ini ada masalah di masyarakat kita. Jadi raising awareness bukan sebaliknya kalau dibaca secara utuh, sebenarnya justru sebaliknya, tidak demikian," pungkasnya.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!