SINDOnews Goes To Campus di UPN Veteran Jakarta, Pemimpin Redaksi Tekankan Pentingnya Etika bagi Jurnalis
Rabu, 05 Juni 2024 - 19:41 WIB
"Bagaimana cara bertanya dengan tajam tanpa menyinggung perasaan orang. Karena kita ini memiliki tanggung jawab langsung secara individu maupun secara kelembagaan karena kalau kita menulis berita nama kita tertulis, jadi begitu berita kita ini menyudutkan orang, mengabaikan etika kemudian bisa menimbulkan polemik lalu merugikan orang lain, sudah pasti kita akan menjadi tergugat pertama di dalam hukum Pers kita, karena dianggap menjadi merugikan orang lain," tuturnya.
Maka itu, wartawan diajarkan bagaimana dia harus beretika, etika melekat pada karyanya sehingga sudah sepatutnya saat menulis harus beretika. Sama halnya di media sosial, seseorang bertanggung jawab secara individu atas tulisannya lantaran media sosial merupakan ruang publik.
Baca juga: Dewan Pers akan Tertibkan Media yang Abaikan Etika
"Banyak yang lupa menulis di media sosial itu seperti menulis semau kita sendiri. Padahal kan di situ ruang publik, apalagi menyinggung orang lain. Sebagai profesi jurnalis, kalau menulis pasti terbawa bahwa kita itu censorshipnya jalan sendiri. Jadi kita tak mungkin menanggapi sesuatu, semarah apa pun, seemosi apa pun gitu akan menahan diri dahulu," jelasnya.
Pung mengungkap, sebelum membuat tulisan tentang komentar atas kebijakan pemerintah atau fenomena tertentu misalnya, semua orang khususnya wartawan seharusnya memikirkan dahulu tulisannya apakah bisa menimbulkan polemik ataukah tidak. Namun, dewasa ini justru terjadi sebaliknya, seseorang menulis dahulu baru berpikir kemudian.
Maka itu, wartawan diajarkan bagaimana dia harus beretika, etika melekat pada karyanya sehingga sudah sepatutnya saat menulis harus beretika. Sama halnya di media sosial, seseorang bertanggung jawab secara individu atas tulisannya lantaran media sosial merupakan ruang publik.
Baca juga: Dewan Pers akan Tertibkan Media yang Abaikan Etika
"Banyak yang lupa menulis di media sosial itu seperti menulis semau kita sendiri. Padahal kan di situ ruang publik, apalagi menyinggung orang lain. Sebagai profesi jurnalis, kalau menulis pasti terbawa bahwa kita itu censorshipnya jalan sendiri. Jadi kita tak mungkin menanggapi sesuatu, semarah apa pun, seemosi apa pun gitu akan menahan diri dahulu," jelasnya.
Pung mengungkap, sebelum membuat tulisan tentang komentar atas kebijakan pemerintah atau fenomena tertentu misalnya, semua orang khususnya wartawan seharusnya memikirkan dahulu tulisannya apakah bisa menimbulkan polemik ataukah tidak. Namun, dewasa ini justru terjadi sebaliknya, seseorang menulis dahulu baru berpikir kemudian.
Lihat Juga :