Dari Kelas Literasi hingga Toleransi: Ekskasi Dorong Pendidikan Kontekstual di SDN Tajurhalang 05
Rabu, 28 Agustus 2024 - 22:30 WIB
“Penting rasanya untuk memberikan intervensi pendidikan informal sejak dini, guna memberikan dampak yang lebih luas mulai dari pengenalan cita-cita, toleransi antar ras, hingga pencegahan bencana alam. Tentunya ini merupakan langkah awal kami sebagai mahasiswa UI untuk bisa berkontribusi dalam ranah pendidikan,” kata Project Officer Ekskasi, Sultan Zachri Dipo.
Selama kurang lebih satu pekan dari tanggal 10 sampai 17 Agustus 2024, Ekskasi telah melaksanakan beberapa kelas informal seperti, Kelas Merangkai Cita dengan kegiatan pengenalan cita-cita yakni praktek menjadi dokter, hakim, ahli forensik, reporter, ilmuwan, hingga arkeolog.
Baca juga: 75 Madrasah Terpilih Jadi Sampel PISA 2025
Kemudian Kelas Aku Tahu, Aku Siap! menjadi kelas pengenalan bagaimana cara pencegahan bencana alam seperti banjir dan tanah longsong dilengkapi dengan menanam tanaman dalam pot sebagai wujud komitmen menjaga lingkungan sekitar.
Kelas Literasi sebagai bentuk penanaman pentingnya literasi untuk masa depan yang mana kelas kecil berfokus pada peningkatan dan penguatan kemampuan membaca, sedangkan kelas besar berfokus pada peningkatan pemahaman pengoperasian komputer/laptop dan penggunaan peramban web sebagai pembantu proses pembelajaran, seperti KBBI online, Google Translate, dan majalah Bobo.id.
Terkhusus kelas 5 dilaksanakan simulasi program Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) untuk membiasakan siswa pengoperasian laptop dan literasi secara digital. Kelas dilanjutkan dengan Kelas Sayangi Semua, yakni kelas informal yang mengajarkan sikap toleransi, baik antar suku, budaya, atau agama, serta memberikan materi pencerdasan Anti-Bullying yang dikemas dengan kegiatan post to post.
Selama kurang lebih satu pekan dari tanggal 10 sampai 17 Agustus 2024, Ekskasi telah melaksanakan beberapa kelas informal seperti, Kelas Merangkai Cita dengan kegiatan pengenalan cita-cita yakni praktek menjadi dokter, hakim, ahli forensik, reporter, ilmuwan, hingga arkeolog.
Baca juga: 75 Madrasah Terpilih Jadi Sampel PISA 2025
Kemudian Kelas Aku Tahu, Aku Siap! menjadi kelas pengenalan bagaimana cara pencegahan bencana alam seperti banjir dan tanah longsong dilengkapi dengan menanam tanaman dalam pot sebagai wujud komitmen menjaga lingkungan sekitar.
Kelas Literasi sebagai bentuk penanaman pentingnya literasi untuk masa depan yang mana kelas kecil berfokus pada peningkatan dan penguatan kemampuan membaca, sedangkan kelas besar berfokus pada peningkatan pemahaman pengoperasian komputer/laptop dan penggunaan peramban web sebagai pembantu proses pembelajaran, seperti KBBI online, Google Translate, dan majalah Bobo.id.
Terkhusus kelas 5 dilaksanakan simulasi program Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) untuk membiasakan siswa pengoperasian laptop dan literasi secara digital. Kelas dilanjutkan dengan Kelas Sayangi Semua, yakni kelas informal yang mengajarkan sikap toleransi, baik antar suku, budaya, atau agama, serta memberikan materi pencerdasan Anti-Bullying yang dikemas dengan kegiatan post to post.
Lihat Juga :