BPDPKS Salurkan Ribuan Beasiswa dan Pelatihan Perkebunan Sawit

Selasa, 03 September 2024 - 22:04 WIB
LPP Agro Nusantara menjadi satu dari 15 penyelenggara pelatihan yang bekerja sama dengan BPDPKS. Sebagai salah satu penyelenggara pelatihan dipercaya BPDPKS untuk menyelenggarakan 43 kelas pelatihan bagi 1.339 peserta yang berasal dari 7 provinsi penghasil sawit di Indonesia. Jumlah ini setara dengan 21% dari total data rekomtek peserta pelatihan.

Pelatihan yang diselenggarakan kali ini diakui belum dilakukan monitoring secara terprogram pasca pelatihan. Namun demikian, LPP Agro sebagai pemberi materi dalam pelaksanaan telah melakukan komunikasi secara berkala kepada seluruh peserta pelatihan yang merupakan petani kebun sawit di tanah air.

“Terkait dengan sistem monitoring kami secara formal memang belum mengadakan atau belum ada sistem monitoring berkelanjutan. Untuk program ini mungkin nanti bisa diprogramkan ke depan akan ada atau apakah dari Dirjen pun akan ada,” kata SEVP Operation LPP Agro Nusantara, Pugar Indriawan, dalam diskusi bersama media melalui aplikasi zoom, Selasa (3/9/2024).

Pugar menjelaskan, meski belum dilakukan monitoring namun pihaknya tetap melakukan komunikasi dengan melakukan evaluasi melalui group diskusi terkait kendala-kendala yang dialami di lapangan.

“Kami dari LPP Agro biasanya akan melakukan evaluasi dan kami akan melakukan pendampingan. Biasanya kami akan membuat grup diskusi dengan teman-teman peserta ini. Di mana grup ini mereka akan sharing-sharing. Biasanya akan ada diskusi di situ, yang nantinya akan melibatkan tim ekspert dari tim LPP Agro Nusantara, biasanya itu akan bertahan dalam beberapa tahun kemudian,” kata Pugar.

Menurut Pugar, sejak dari tahun 2020, grup diskusi yang dibentuk pihaknya masih aktif hingga saat ini. “Itu akan ada seperti pada pelatihan- pelatihan kami yang sebelumnya dari tahun 2020 itu juga masih aktif sampai sekarang. Biasanya mereka saling diskusi, ada kendala seperti apa mereka, akan saling menanyakan. Memang secara formal untuk saat ini belum ada sistem yang dilaksanakan, tetapi kami harapkan ke depan akan susun, tentunya dengan dukungan dari Ditjend Bun ataupun dari BPDPKS untuk melaksanakan program- program ini,” kata Pugar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!