15 Contoh Teks Monolog Singkat Berbagai Tema, Simak Ya

Minggu, 22 September 2024 - 15:30 WIB
Judul: Apa yang Kau Lihat?

Laki-laki yang berada di pojok itu pun berdiri, kemudian ia menatap ke seluruh penjuru di ruangan itu, tatapan dari lirikannya terlihat penuh dengan misteri.

"Kenapa kalian semua memandangi aku seperti itu? Memangnya aku ini apa hah? Tontonan?"

"Aku ini bukan barang antik yang sedang dipajang di etalase. Aku juga bukan bintang film murahan koleksi para cukong, apalagi doger monyet yang disuruh buat ngamen di pasar malam!"

"Oh, atau kali kalian suka ya sama aku, ngaku saja? Ayo mengaku saja! Jangan munafik deh, tuh kan kalian suka.”

6. Teks Monolog Memuja



Judul Sang Pecipta

Sungguh indah ciptaanmu Tuhan. Parasnya yang tampan sukses mengalihkan duniaku. Sikapnya yang lemah lembut membuatku betah untuk selalu berada di dekatmu. Ah, andaikan kau tahu bahwa aku sangatlah menyukaimu.

7. Teks Monolog Tentang Penyesalan



Judul: Akibat Tidak Belajar

Harusnya semalam aku belajar. Tidak seharusnya aku mengiyakan ajakan temanku untuk nongkrong di warung Bu Siti.

Akibat perbuatanku semalam, aku tidak bisa fokus mengerjakan ujianku karena mengantuk. Aku pun tak tahu bagaimana hasil ujianku. Aku hanya takut hasil ujian tersebut akan mengecewakan ibuku

8. Teks Monolog Tentang Kesedihan



Judul: Pencuri Puisi

Seorang gadis itu masih berdiri di depan papan pengumuman sejak bermenit-menit yang lalu. Di sana, terpajang lima lembar kertas berisikan puisi pemenang lomba yang diselenggarakan minggu lalu. Fokusnya terpusat pada kertas di urutan ketiga dengan puisi berjudul “Cinta Ibu”.

Itu adalah puisi karyanya, Ia ingat betul setiap kata yang tertulis di sana. Bukannya bangga, Ia malah merasa marah dan hatinya kian panas karena melihat nama orang lain tercantum di sana. Siapa gerangan yang berani mengakui hasil karyanya?

“Curang! Berani-beraninya dia mencuri puisiku. Kalau tidak punya bakat mending tidak usah ikut-ikutan lomba puisi. Kalau begini hasilnya aku yang rugi!” ujarnya penuh emosi.

“Lagi pula bagaimana bisa dia melakukannya? Bagaimana dia bisa tahu kumpulan puisi buatanku?

Padahal semua hasil karyaku selalu ku simpan baik-baik. Tidak ada yang mengetahuinya kecuali diriku sendiri dan juga Mei, sahabatku. Lalu bagaimana bisa nama Ria tertulis di sana?”

“Oh aku tahu, Mei ya? Jangan-jangan ia yang bersekongkol dengan gadis menyebalkan itu dan mencuri puisiku.

9. Teks Monolog Tentang Kemarahan



Judul: Berkhianat

Aku sangat marah setelah mengetahui semuanya. Tega-teganya dia berkhianat padaku. Semua rahasiaku menjadi terbongkar hanya karena dia.

Ya, dia adalah orang yang benar-benar sudah kupercaya sejak dulu. Saat ini, untuk melihat mukanya saja pun aku tak sudi.

10. Teks Monolog Tentang Ibu



Judul Anak di Mata Ibu

Rasa ini akan tetap sama dan tak akan berubah, Ibu. Semua rasa cinta serta ketulusanmu, semuanya tidak akan pernah terlihat sederhana bagi diriku. Engkau selalu tulus dan menganggap bahwa semua hal itu terlihat sederhana.

Senja yang ada di ujung barat itu selalu menjadi milik kita berdua. Saat itulah kita bisa menggenapkan waktu menuju malam yang sarat akan harmoni. Bukankah begitu kelihatannya? Seperti itulah arti dirimu untukku bu, kau bagaikan senja yang hanya tercipta untukku.

Hal lain yang selalu menjadi sumber kebahagiaanku adalah fajar yang ada di ujung timur sana. Fajar itu pun akan selalu jadi milik kita bersama kan Ibu? Ketika fajar membangkitkan sinar terang benderang untuk membuatkan kita lupa akan gelapnya malam yang berselimut kabut kedamaian. Seperti fajar, engkaulah sosok yang mampu menerbitkan sinar yang terang saat duniaku terasa gelap.

11. Teks Monolog Tentang Religi

Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!