Hima Persis Terus Suarakan Perang terhadap Judi Online
Minggu, 29 September 2024 - 23:45 WIB
Baca Juga: Satgas Judi Online Polri Akan Jerat Bandar Judi Online dengan Pasal TPPU
Dalam acara tersebut, hadir dua narasumber yaitu Ketua Pimpinan Wilayah Persatuan Islam DIY sekaligus pengurus Yayasan Budi Bakti Yuyus Yusup dan Kepala Bidang Kajian Riset dan Teknologi PP Hima Persis Aufar Abdul Aziz.
Yuyus Yusup menyoroti aspek psikologis terkait judi online. Menurutnya, dampak judi online bukan hanya merusak ekonomi, tetapi juga kesehatan mental. "Kecanduan judi online menimbulkan tekanan psikologis yang signifikan, merusak hubungan sosial, dan menjebak individu dalam lingkaran destruktif yang sulit diputus," ujarnya.
Aufar Abdul Aziz menjelaskan bagaimana judi online memanfaatkan teknologi digital untuk memengaruhi perilaku pengguna. "Judi online menggunakan algoritma yang sangat canggih untuk menarik perhatian pengguna internet. Oleh karena itu, literasi digital yang kuat sangat dibutuhkan agar generasi muda tidak terjerat dalam perangkap ini," katanya.
Aufar juga menekankan bahwa visi Indonesia Emas 2045 tidak hanya terkait dengan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga tentang penguatan moral generasi muda. Dia menegaskan, judi online harus diperangi secara kolektif karena bisa menghancurkan masa depan bangsa.
Dalam acara tersebut, hadir dua narasumber yaitu Ketua Pimpinan Wilayah Persatuan Islam DIY sekaligus pengurus Yayasan Budi Bakti Yuyus Yusup dan Kepala Bidang Kajian Riset dan Teknologi PP Hima Persis Aufar Abdul Aziz.
Yuyus Yusup menyoroti aspek psikologis terkait judi online. Menurutnya, dampak judi online bukan hanya merusak ekonomi, tetapi juga kesehatan mental. "Kecanduan judi online menimbulkan tekanan psikologis yang signifikan, merusak hubungan sosial, dan menjebak individu dalam lingkaran destruktif yang sulit diputus," ujarnya.
Aufar Abdul Aziz menjelaskan bagaimana judi online memanfaatkan teknologi digital untuk memengaruhi perilaku pengguna. "Judi online menggunakan algoritma yang sangat canggih untuk menarik perhatian pengguna internet. Oleh karena itu, literasi digital yang kuat sangat dibutuhkan agar generasi muda tidak terjerat dalam perangkap ini," katanya.
Aufar juga menekankan bahwa visi Indonesia Emas 2045 tidak hanya terkait dengan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga tentang penguatan moral generasi muda. Dia menegaskan, judi online harus diperangi secara kolektif karena bisa menghancurkan masa depan bangsa.
(zik)
Lihat Juga :