KPAI Sebut Infrastruktur untuk Pembelajaran Tatap Muka Masih Minim
Jum'at, 28 Agustus 2020 - 08:40 WIB
Retno mengungkapan berdasarkan survei itu, sekolah menyatakan belum berani menggelar pembelajaran tatap muka. “99 persen responden tidak berani menentukan sendiri. Jadi menunggu instruksi atau kebijakan dinas pendidikan setempat. Sedangkan, 1 persen responden menyatakan tidak tahu,” ucapnya. (Baca juga: Anggarkan Rp1 T, Mendikbud Jamin Tak Ada Mahasiswa yang DO Saat COVID-19 )
Terkait infrastruktur, sekolah-sekolah sebenarnya sudah memiliki wastafel. Namun, jumlahnya sedikit dan tidak menyebar. Nyaris semuanya terkonsentrasi di toilet sekolah. Wastafel ini sangat diperlukan dalam adaptasi kebiasaan baru di sekolah.
Mantan Kepala SMAN 3 Jakarta itu menerangkan perlu ada sosialisasi berbagai protokol tentang adaptasi kebiasaan baru kepada guru dan siswa.
“Guru akan menjadi model dan contoh bagi para siswa untuk mematuhi protokol kesehatan. Kalau gurunya siap, anak-anak akan siap dan patuh terhadap protokol kesehatan dan adaptasi kebiasaan baru di sekolah,” pungkasnya.
Terkait infrastruktur, sekolah-sekolah sebenarnya sudah memiliki wastafel. Namun, jumlahnya sedikit dan tidak menyebar. Nyaris semuanya terkonsentrasi di toilet sekolah. Wastafel ini sangat diperlukan dalam adaptasi kebiasaan baru di sekolah.
Mantan Kepala SMAN 3 Jakarta itu menerangkan perlu ada sosialisasi berbagai protokol tentang adaptasi kebiasaan baru kepada guru dan siswa.
“Guru akan menjadi model dan contoh bagi para siswa untuk mematuhi protokol kesehatan. Kalau gurunya siap, anak-anak akan siap dan patuh terhadap protokol kesehatan dan adaptasi kebiasaan baru di sekolah,” pungkasnya.
(mpw)
Lihat Juga :