Dua Mahasiswa Prodi Aktuari President University Raih Beasiswa IISMA 2024 di Jerman dan Hungaria
Jum'at, 04 Oktober 2024 - 07:00 WIB
Baca juga: Alumni President University Frida Riliandhita Raih Beasiswa S2 di Sorbonne University
Sebagai informasi, selain Zivan dan Sekar Ayu, terdapat tiga mahasiswa prodi aktuari President University tang turut mendapat beasiswa IISMA di tahun sebelumnya, mereka adalah Phil Dillon ditahun 2022. Kevin dan Jason di tahun 2023.
Sementara itu data menyebutkan, sebanyak 79% mahasiswa tingkat akhir Prodi Aktuari President University telah diterima bekerja sebelum mereka lulus kuliah. Tingginya permintaan tenaga profesional di bidang aktuaris menjadi penyebab utama kenapa hal itu terjadi.
“Dari data dari Persatuan Aktuaris Indonesia, kurang dari seribu orang aktuaris di Indonesia. Sehingga permintaannya sangat tinggi namun suplainya rendah. Dan kami baru saja melakukan re-akreditasi, nah, salah satu laporannya adalah kami mempunyai tingkat penyerapan lulusan yang bekerja itu cukup tinggi. Bahkan 79 dari 100 mahasiswa kami sebelum lulus sudah diterima bekerja," jelas Kepala Program Studi (Kaprodi) Aktuari President University, Dr. Dadang Amir Hamzah, S.Si., M. dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (3/10/2024).
Menurut Dadang, tingginya penyerapan mahasiswa aktuaris lantaran di Indonesia sendiri belum banyak universitas yang membuka prodi aktuari, terutama kampus swasta.
Selain itu, peraturan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mengisyaratkan bahwa perusahaan yang bergerak di bidang industri keuangan dan yang berkaitan dengan industri keuangan wajib mempunyai minimal satu aktuaris turut meningkatkan permintaan.
Sebagai informasi, selain Zivan dan Sekar Ayu, terdapat tiga mahasiswa prodi aktuari President University tang turut mendapat beasiswa IISMA di tahun sebelumnya, mereka adalah Phil Dillon ditahun 2022. Kevin dan Jason di tahun 2023.
Sementara itu data menyebutkan, sebanyak 79% mahasiswa tingkat akhir Prodi Aktuari President University telah diterima bekerja sebelum mereka lulus kuliah. Tingginya permintaan tenaga profesional di bidang aktuaris menjadi penyebab utama kenapa hal itu terjadi.
“Dari data dari Persatuan Aktuaris Indonesia, kurang dari seribu orang aktuaris di Indonesia. Sehingga permintaannya sangat tinggi namun suplainya rendah. Dan kami baru saja melakukan re-akreditasi, nah, salah satu laporannya adalah kami mempunyai tingkat penyerapan lulusan yang bekerja itu cukup tinggi. Bahkan 79 dari 100 mahasiswa kami sebelum lulus sudah diterima bekerja," jelas Kepala Program Studi (Kaprodi) Aktuari President University, Dr. Dadang Amir Hamzah, S.Si., M. dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (3/10/2024).
Menurut Dadang, tingginya penyerapan mahasiswa aktuaris lantaran di Indonesia sendiri belum banyak universitas yang membuka prodi aktuari, terutama kampus swasta.
Selain itu, peraturan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mengisyaratkan bahwa perusahaan yang bergerak di bidang industri keuangan dan yang berkaitan dengan industri keuangan wajib mempunyai minimal satu aktuaris turut meningkatkan permintaan.
Lihat Juga :